Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Fungsi Keluarga Menurut Kristen

Kata ‘keluarga’ bukan lagi istilah asing di telinga kita, bukan? Karena kita hidup dan berkembang dalam keluarga serta bersama-sama dengan keluarga. Banyak defnisi yang berbeda tentang keluarga. Meskipun demikian, terdapat kesamaan dalam rumusan yang berbeda tersebut dan merupakan ciriciri pokok, yakni : 

  1. Keluarga merupakan kelompok atau persekutuan sosial yang paling kecil. 
  2. Keluarga terbentuk apabila ada ikatan darah, perkawinan, atau adopsi. 
  3. Keluarga merupakan suatu persekutuan yang berawal dari dua orang yang berbeda jenis kelamin yang diikat dalam ikatan pernikahan.
Pengertian dan Fungsi Keluarga Menurut Kristen

Dalam masyarakat dapat ditemukan bahwa keluarga terdiri atas dua bentuk, yaitu keluarga inti dan keluarga besar.

  1. Keluarga inti (nuclear family, conjugal family, basic family), yaitu kelompok yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. 
  2. Keluarga besar (extended family, consanguine family), yaitu keluarga batih ditambah kerabat lain yang memiliki hubungan erat (hubungan darah) dan senantiasa dipertahankan, misalnya kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, kemenakan, dan sebagainya.

Fungsi Keluarga 

Setiap anggota keluarga mempunyai tugas yang harus dilakukan baik sebagai seorang anak maupun sebagai orang tuamu. Setelah sebuah keluarga terbentuk, anggota keluarga memiliki tugas masingmasing. Suatu pekerjaan yang harus dilakukan dalam kehidupan keluarga inilah yang disebut sebagai fungsi.

Adapun fungsi keluarga menurut para sosiolog adalah sebagai berikut. 
  • Fungsi biologis yang berkaitan dengan pemenuhan yang bersifat biologis, misalnya, makan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga serta memelihara dan merawat anggota keluarga secara fsik. 
  • Fungsi sosialisasi yang berhubungan dengan pembentukan kepribadian anak. 
  • Fungsi afeksi yang berhubungan dengan kasih sayang, keintiman, perhatian, dan rasa aman yang tercipta dalam keluarga. 
  • Fungsi edukatif yang berkaitan dengan mendidik anak dan menyekolahkan anak. 
  • Fungsi religius yang mendorong dikembangkannya anggota keluarga menjadi insan-insan agama yang penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
  • Fungsi protektif yang memberikan tempat yang nyaman bagi anggota keluarga dan memberikan perlindungan secara fsik, ekonomis, maupun psikologis. 
  • Fungsi rekreatif dengan tujuan untuk mencari hiburan, memberikan suasana yang segar dan gembira dalam lingkungan keluarga. 
  • Fungsi ekonomis yang berkaitan dengan orang tua yang mencari sumbersumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Fungsi status sosial yakni kedudukan atau status yang diwariskan kepada anakanaknya.
Selain fungsi keluarga yang sudah diuraikan di atas, ada juga fungsi keluarga sebagai berikut. Menurut iman Kristen keluarga yang dipaparkan dalam Alkitab adalah : 
  1. Sebagai teman sekerja Allah dalam mengelola alam semesta dan segala isinya (Kej. 1:28). Setiap manusia, termasuk keluarga bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam, misalnya dengan memanfaatkan hasil alam untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan secukupnya, menjaga kebersihan dan keindahan alam, ramah terhadap lingkungan, dan sebagainya. 
  2. Sebagai lembaga pendidik utama dan pertama (Ul. 6:4-9). Yang pertama berarti belum ada lembaga lain yang dapat mendahului peran keluarga dalam pendidikan. Yang utama berarti belum ada lembaga lain yang mengungguli perannya dalam pendidikan. Dengan kata lain, keluarga menjadi lingkungan dasar penerapan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan ajaran Kritiani. 
  3. Sebagai wadah kepada semua anggota keluarga dalam mengekspresikan kasih, kesetiaan dan sikap saling menghormati (Ef. 5:22-23; 6:1-3). Setiap anggota keluarga menciptakan lingkungan dalam keluarga yang harmonis dengan menghayati dan melakukan ajaran-ajaran Kristiani sehingga dapat terpancar dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Pentingnya peranan keluarga Kristen antara lain : 
  • Keluarga sebagai pusat pembentukan kehidupan rohani. Dari keluarga kita mempelajari pola-pola hubungan akrab dengan orang lain, nilai-nilai, ide dan perilaku yang juga didukung oleh sekolah, gereja, dan kelompok masyarakat lain yang berperan membentuk jati diri dan kehidupan rohani. 
  • Keluarga sebagai tempat bernaung kudus. Maksudnya adalah keluarga merupakan tempat penerimaan, pembinaan, pertumbuhan yang mem berdayakan anggota-anggota keluarga untuk berperan serta dalam tindakan kasih dan penyelamatan Allah yang terus berlanjut. 
  • Keluarga yang mencerminkan kasih Allah secara holistik baik fsik, mental/ emosional, sosial, spiritual/rohani kepada para anggotanya. 
  • Keluarga sebagai pencerita yang menceritakan karya-karya Allah di dalam keluarga sebagai kabar kesukaan. 

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Fungsi Keluarga Menurut Kristen"