Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sustainable Tourism

Sustainable Tourism

Perkembangan pariwisata di dunia saat ini harus selalu berusaha mampu menciptakan kelangsungan program wisatanya (sustainable) selama-lamanya. 

Pariwisata berkelanjutan secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat. 

Program Pariwisata Berkelanjutan bertujuan untuk merangsang pembangunan ekowisata dengan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola usaha pariwisata dan meningkatkan pendapatan melalui pengenalan kegiatan kreatif dan produktif di sektor pariwisata. 

Kegiatan kepariwisataan juga merupakan kegiatan yang bersifat system, memiliki ruang lingkup, komponen, dan proses tersendiri. 

System pariwisata yang dimaksud adalah merupakan system perdagangan yang bersifat khusus, berobyek jasa, dan mendapat dukungan dari sistem lainnya, seperti system social, budaya, lingkungan hidup, system religi, dan systemsistem lainnya. 

Sedangkan bisnis pariwisata adalah aspek kegiatan kepariwisataan yang berorientasi pada penyediaan jasa pariwisata yang berorientasi kepada pendekatan dari kebutuhan, keinginan dan harapan wisatawan sehingga tercipta kepuasan, sebagai modal pemasaran berkelanjutan (sustainable). 

Sedangkan dalam pariwisata berkelanjutan peran ecosystem sangat signifikan memberikan dukungan dalam kelangsungan industri pariwisatanya yaitu: peran akademisi (Lack of research and education on sustainability), bisnis (sustainable costs are still excluded), pemerintah (insuficien regulation related to sustainable tourism), komunitas (low awareness toward sustainable tourism), dan media (less concern on sustaionabiulity issues). 

Pembangunan kepariwisataan di suatu negara, pada umumnya bertumpu pada kekayaan, keanekaragaman, kekhasan lingkungan alam maupun budayanya, yang pada hakekatnya dinilai sebagai modal dasar pengembangan kepariwisataan. 

Oleh karena itu, pengembangan kepariwisataan yang tidak terkendali mengakibatkan “tercemar”-nya lingkungan tersebut baik alam maupun budayanya. Sekali alam dan budaya itu sudah tercemar, kepariwisataan pun mulai terancam keberadaannya. 

Ini suatu hal yang logis, bahwa “pariwisata alam dan budaya” lama kelamaan akan memudar. Disinilah letaknya ironi yang dimaksud. Sangat ironis apabila kita sebagai insan pariwisata tidak memahami, menyadari dan tidak mampu mengelola asset wisata yang kita punyai tersebut. 

Untuk itu generasi penerus bangsa harus sudah dipersiapkan untuk menjaga kelangsungan hidup asset wisata secara serius dan berkesinambungan. 

Negara Indonesia yang memiliki destinasi pariwisata yang sangat besar, namun kenyataannya belum mampu mengembangkannya secara optimal, hal ini dikarenakan keberadaan beberapa penentu kebijakan pariwisata yang belum focus mengarahkan industry pariwisata lebih optimal dengan penyediaan dana pengembangan pariwisata yang mencukupi kebutuhan. 

Pada beberapa obyek wisata yang ada di seluruh Indonesia yang jumlahnya ribuan namun pengelolaannya belum memadahi. 

Dari beberapa aspek: Disinilah peran serta akademisi khususnya pendidikan pariwisata menjadi sangat penting dalam mempersiapkan SDM pariwisata yang memiliki kehandalan, kompetensi dan professional. Sehingga kedepan siap menghadapi tantangan yang cukup besar dalam perkembangan pariwisata yang berkompetisi sangat cepat (cyber competitive industry). 

Dengan demikian perlu disikapi dengan memberikan pembekalan dalam pengetahuan pariwisata dan pengelolaan manajemen yang benar, pelayanan yang prima, pengetahuan teknologi informasi yang relevan sangat dibutuhkan. 

Kebutuhan pemberdayaan SDM pariwisata yang memiliki POWER: (Positif attitude, Other people, Words, Expanding Realize your goals), yaitu sikap perilaku yang menjadi karakteristik SDM pariwisata; memiliki jaringan yang luas (link) dengan orang lain; me miliki citra positif di masyarakat, atau menjadi buah bibir positif dari masyarakat luas, dan mampu merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan serta memiliki 5 C (Concept, Competence, Connection, Credibility, Care). 

Memiliki integritas yang tinggi dengan etos dan epos kerja yang dibekali dengan aspek conceptual, komitmen yang tinggi; hubungan relationship dengan berbagai komunitas global; memiliki kehandalan dalam merealisasikan tugas dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap aspek lingkungan, alam, kemanusiaan (humanity), masyarakat. 

Pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) menggunakan konsep pengembangan pariwisata: 

  • Pariwisata harus dijadikan sebagai sarana untuk menciptakan sikap saling menghormati dan memahamai antar manusia, 
  • Pariwisata harus menjadi wahana belajar, baik mengenai kebudayaan maupun lingkungan alam 
  • Kegiatan pariwisata harus memperhatikan kesetaraan jender, kelompok usia maupun klelompok komunitas minoritas, 
  • Pengembangan pariwisata harus menjadi salah satu faktor dilaksanakannya pembangunan berkelanjutan 
  • Pengembangan pariwisata harus memberikan kontribusi pemahaman yang saling menguntungkan serta respek yang tinggi terhadap masyarakat lokal 
  • Pengembangan pariwisata merupakan aktifitas yang memberikan nilai manfaat/keuntungan bagi masyarakat setempat, 
  • Pengembangan pariwisata harus mewadahi dan mewujudkan hak-hak berrekreasi wisatawan secara optimal. 

Dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan juga harus melakukan beberapa pendekatan yaitu: 

  • Persepsi wisatawan terhadap dan kepuasan dengan kualitas pelayanan dalam pertemuan lintas budaya
  • Mengembangkan konstruksi budaya yang komprehensif untuk menjelaskan dan meramalkan perilaku wisatawan dan penilaian kualitas. 
  • Citra pariwisata berpengaruh terhadap kualitas yang dirasakan oleh wisatawan dan pada kepuasan yang didapat dari pengalaman liburan
  • Fokus pada hubungan antara citra tujuan seperti yang dirasakan oleh wisatawan dan niat perilaku mereka 

Hubungan antara kualitas dan kepuasan dan antara variabel-variabel ini dan variabel perilaku wisatawan.

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Sustainable Tourism"