Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gangguan pada sistem peredaran darah dan Upaya mencegah serta Menanggulanginya

1. Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kematian, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Penyakit jantung koroner terjadi jika arteri koronaria tidak dapat menyuplai darah yang cukup ke otot - otot jantung. Arteri koronaria merupakan pembuluh darah yang menyuplai nutrisi dan oksigen ke otot - otot jantung. 

Gangguan pada sistem peredaran darah dan Upaya mencegah serta Menanggulanginya

Kondisi ini dapat terjadi karena arteri koronaria tersumbat oleh lemak atau kolestrol. Jika otot - otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen, maka otot jantung tidak dapat berkontraksi, sehingga jatung tidak dapat berdenyut. Gejala dari penyakit jantung koroner antara lain dada terasa sakit, sakit pada bagian lengan dan punggung. napas pendek dan kepala pusing. Hal - hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya jantung koroner yaitu :

a. Melakukan Olahraga dan Istirahat yang teratur 

Menjaga kesehatran jatung dapat dilakukan dengan berolahraga secara teratur. Berolahraga tidak harus berat yang terpenting adalah teratur. Kita dapat melakukan olahraga ringan seperti berlali kecil ataupun hanya berjalan. Apabila kita ingin melakukan olahraga yang berat, misalnya bulu tangkis, basket, sepak bola dan olahraga lainnya, maka sebaiknya diawali dengan melakukan pemanasan. Pemanasan membuat kecepatan denyut jantung bertambah secara bertahap.

Selain berolahraga dengan teratur, untuk menjaga kesehatan jantung diperlukan istirahat yang teratur. Istirahat dapat dilakukan dengan duduk santai ataupun tidur. Saat ini banyak orang yang begadang di malam hari, padahal begadang tidak baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak begadang apalgi jika begadang tersebut adalah untuk melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat. 

b. Menjaga Pola Makan Sehari - hari

Menjaga kesehatan sistem peredaran dara dapat dilakukan dengan menjaga pola makan sehari - hari. Menjaga pola makan dapat dilakukan dengan makan secara teratur, menyesuaikan jumlah kalori yang masuk ketubuh sesuai dengan kebutuhan serta menyeimbangkan komposisi nutrisi. Untuk menjaga kesehatan jantung sebaiknya banyak mengonsumsi sayuran, buah - buahan, biji - bijian serta makanan berserat lainnya. Sebaiknya kurangi mengonsumsi daging, makanan camilan dan makanan yang banyak mengandung lemak atau kolestrol. Jenis makanan tersebut dapat meningkatkan jumlah kolestrol dalam darah. 

c. Menghindari Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol dapat memicu terjadinya gangguan pada sistem peredaran darah. Semakin banyak mengonsumsi alkohol, maka risiko terjadinya penyakit jantung semakin tinggi. Oleh karena itu hindari minuman beralkohol agar tidak terserang penyakit jantung.

d. Menghentikan Kebiasaan Merokok

Pada seseorang yang merokok, asap rokok akan merusak dinding pembuluh darah. Kemudian nikotin yang terkandung dalam asap rokok akan merangsang hormon adrenalin yang akibatnya akan mengubah metabolisme lemak. Hormon adrenalin akan memacu kerja jantung. Selain itu, merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri dan meningkatkan faktor pembeku darah yang memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan bukan perokok. Oleh karena itu jangan meremehkan keberadaan asap rokok, karena asap rokok dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner dan gangguan pada pembuluh darah.

e. Menghindari Stres Berlebih

Menghindari strees yang berlebihan termasuk cara mencegah penyakit jantung. Stres berlebih dapat menyebabkan naiknya tekanan darah dan meningkatnya denyut jantung. Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah. Oleh karena itu, hindarkan diri kita dari stress.

f. Menjaga Berat Badan dalam kondisi ideal

Berat badan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas dapat meningkatkan risiko terkena serangan stroke sebesar 15%. Obesitas dapat menyebabkan terjadinya dan penyakit jantung.

2. Stroke 

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena kematian pada jaringan di otak yang disebabkan karena kurangnya asupan oksigen di otak. Hal ini terjadi karena pembuluh darah pada otak tersumbat oleh lemak atau kolestrol ataupun salah satu pembuluh darah di otak pecah.

Gangguan pada sistem peredaran darah dan Upaya mencegah serta Menanggulanginya

Karena penyebab penyakit stroke sama dengan penyebab penyakit jantung, maka usaha yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko terkena stroke juga sama dengan usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner. Jika tiba - tiba kita menjumpai seseorang yang mengalami gejala serangan stroke yang harus dilakukan adalah mencari pertolongan agar penderita dapat segera dibawa ke rumah sakit atau unit kesehatan lainnya agar penderita segera mendapatkan penanganan medis.

3. Varises

Varises adalah suatu keadaan dimana pembuluh darah balik (vena) mengalami pelebaran dan terpuntir. Gangguan ini biasanya terjadi di daerah kaki. Upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari varises di antaranya :

Gangguan pada sistem peredaran darah dan Upaya mencegah serta Menanggulanginya

  • Ketika tidur sebaiknya tungkai dinaikkan (kurang lebih 15 - 20 cm). Aktivitas ini sebaiknya dilakukan setelah melakukan perjalanan jauh atau melakukan aktivitas yang melelahkan.
  • Menghindar berat badan berlebih.
  • Menghindar berdiri terlalu lama.
  • Berolahraga secara teratur seperti berjalan, berenang dan senam.
  • Menghindar memakai sepatu dengan hak tinggi. Kita tetap boleh memakai sepatu dengan hak tinggi, asalkan aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat dan dalam waktu yang lama.

4. Anemia 

Anemia merupakan gangguan yang disebabkan karena kekurangan hemoglobin atau kekurangan sel darah merah. Apabila kadar hemoglobin dalam darah rendah dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lesu, kepala pusing dan muka pucat. Anemia dapat terjadi akibat terganggunya produksi eritrosit. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Anemia juga dapat disebabkan karena terjadinya pendarahan yang hebat. Bagi perempuan, anemia dapat terjadi pada saat sedang mengalami menstruasi. Setiap terjadi menstruasi tubuh akan kehilangan darah jumlah cukup banyak, yaitu sebanyak 50 - 80 ml dan zat besi sebesar 30 - 50 mg. Oleh karena itu agar tidak mengalami anemia, sebaiknya selama masa menstruasi harus mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, mengonsumsi makanan bergizi dan jika diperlukan mengonsumsi suplemen penambah zat besi.

5. Hipertensi dan Hipotensi

Gangguan pada sistem peredaran darah dan Upaya mencegah serta Menanggulanginya

a. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi disebut juga tekanan darah tinggi, terjadi jika tekanan darah diatas 120/80 mmHg. Gejala penderitaan hipertensi antara lain sakit kepala, kelelahan, pusing, pendarahan dari hidung, mual, muntah dan sesak napas. Hipertensi dapat disebabkan karena arteriosklerosis ( pengerasan pembuluh darah), obesitas (kegemukan), kurang olahraga, stres, mengonsumsi makanan beralkohol atrau yang banyak mengandung garam, lemak dan kolestrol. Penderita hipertensi yang disebabkan karena obesitas harus menurunkan berat badannya, sehingga mencapai berat badan ideal, hindari mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan berlemak dan mengandung kolestrol tinggi, berolahraga secara teratur, hindari kebiasaan merokok dan hindari faktor - faktor yang dapat menyebabkan stres.

b. Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Berbeda dengan hipertensi, hipotensi terjadi apabila tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg. Hipotensi disebut juga dengan tekanan darah rendah. Orang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (berkunang - kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, detak/denyut nadi lemah dan tampak pucat. Ada beberapa cara untuk mengatasi hipotensi yaitu :

  1. Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas perhari.
  2. Mengonsumsi minuman yang dapat meningkatkan tekanan darah, misalnya kopi.
  3. Mengonsumsi makanan yang cukup mengnadung garam.
  4. Berolahraga dengan teratur.

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Gangguan pada sistem peredaran darah dan Upaya mencegah serta Menanggulanginya"