Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sikap Kritis Terhadap Perubahan Sosial Budaya

Di antara dampak perubahan sosial budaya yang perlu diantisipasi atau dicegah sehingga tidak sampai menimbulkan kegoncangankegoncangan atau akibat-akibat yang jelek/negatif atau kurang menguntungkan bagi masyarakat, adalah dampak-dampak yang bersifat destruktif (merusak) atau negatif. 

Sikap Kritis Terhadap Perubahan Sosial Budaya

Untuk itulah agar dampak yang kurang baik/negatif itu bisa dicegah atau dihilangkan, maka di sini dikemukakan beberapa alternatif penanggulangan atau pencegahannya antara lain: 

1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa 

Salah satu ciri masyarakat terbelakang (tradisional) adalah kurangnya pengetahuan (pendidikan) dari masyarakat yang bersangkutan. 

Akibat dari rendahnya tingkat pendidikan dari masyarakat tradisional itu pula sehingga di dalam masyarakat tersebut sulit untuk menerima perubahanperubahan yang datangnya dari luar. 

Selain itu, terjadinya ketertinggalan kebudayaan (cultural lag) yang dialami oleh suatu masyarakat (khususnya masyarakat tradisional) juga akibat tidak dikuasainya ilmu serta teknologi dari masyarakat yang bersangkutan. 

Oleh karena itulah pendidikan harus senantiasa diupayakan agar masyarakat menjadi maju atau pandai. Orang yang berpendidikan maju (pandai) biasanya akan berpikiran secara ilmiah, dan apabila masyarakat telah berpikiran secara ilmiah maka pada gilirannya akan dapat mencegah pula terjadinya "cultural lag" (ketertinggalan kebudayaan). 

Pentingnya pendidikan ini, terlebih lagi di era global ini. Sebab salah satu faktor yang menyebabkan mengapa generasi muda kita mudah terombang ambing (bahkan terseret) oleh arus budaya global, yakni karena rendahnya kualitas pendidikan (SDM) yang dimilikinya. 

Oleh karena itulah raih dan tingkatkanlah kualitas pendidikan kita, terutama agar kita mampu bersaing dengan bangsa lainnya, serta memiliki modal yang kuat pula khususnya dalam menghadapi perubahanperubahan sosial budaya, terlebih perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh arus globalisasi saat ini. 

2. Memperkuat Nasionalisme (Kesadaran Nasional) 

Menurut pendapat Haas (1982), nasionalisme yang kuat dapat menjadi pilar terhadap pengaruh buruk dari perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Secara harfiah, nasionalisme berarti cinta tanah air dengan prinsip bahwa baik dan buruk adalah negeriku. 

Nasionalisme identik dengan perasaan atau semangat kesadaran bersama bahwa kita memiliki nilai bersama yang harus dijaga. Nasionalisme menunjuk pada totalitas kultur, sejarah, bahasa, psikologi, serta sentimen sosial lainnya yang menarik orang pada satu perasaan saling memiliki cita-cita maupun nilai kemasyarakatan. 

Namun begitu dalam pelaksanaannya, nasionalime tidak boleh disikapi secara kaku, atau merupakan kesetiaan yang buta. Dengan demikian, nasionalisme tetap perlu namun harus dilandasi dengan logika serta pikiran yang rasional. 

Kegiatan atau pelajaran bela negara, misalnya upacara bendera, pramuka, dan lain-lain. Dengan sikap semacam itu, maka nasionalisme diharapkan akan mampu menangkal perbedaan suku, adat-istiadat, ras, dan agama, namun juga tidak bersikap kaku dengan menganggap bahwa baik dan buruk adalah negara dan bangsaku. 

Sedangkan dalam kaitannya dengan budaya global, maka dengan adanya perasaan nasionalisme yang benar maka diharapkan kita akan dapat bersikap selektif. Artinya, kita akan mengambil (menyerap) terhadap nilai-nilai yang baik serta sebaliknya, meninggalkan nilai-nilai yang buruk (karena tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa). 

3. Berpegang Teguh Pada Norma-norma Sosial 

Di dalam agama terdapat beberapa aturan yang memberikan landasan kepada manusia untuk selalu menjalankan perilaku yang baik dan meninggalkan yang buruk. 

Sedangkan norma sosial juga memberikan rambu-rambu kepada manusia agar berperilaku yang baik, sopan, dan teratur, atau berperilaku yang sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota masyarakat. 

Untuk itulah maka dengan berpegang teguh pada aturan agama serta norma-norma sosial lainnya yang berlaku dalam masyarakat, maka manusia akan dapat diterima di lingkungannya. 

Sedangkan dalam kaitannya dengan pengaruh budaya global, maka dengan berpegang teguh pada norma-norma sosial serta agama tersebut, maka kita (bangsa Indonesia) akan memiliki landasan yang kuat tentang jati diri bangsa, sehingga pada akhirnya bukan hanya dapat memilih dan memilah berbagai informasi yang masuk, namun juga kita tidak akan terombang-ambing oleh arus budaya global yang masuk.

4. Menjunjung Nilai-nilai Budaya Bangsa 

Bangsa kita memiliki nilai budaya yang luhur, yang dapat dijadikan pilar utama guna menangkal pengaruh negatif yang diakibatkan oleh derasnya arus globalisasi pada saat ini. Di samping itu, nilai budaya bangsa juga dapat menjadi pendukung bagi nilai serta pengaruh asing yang sekiranya dapat membawa dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Berbagai nilai budaya bangsa yang positif yang perlu kita ikuti (teladani), kita junjung tinggi, serta kita pertahankan itu misalnya "Pela Gandong" di Ambon untuk landasan kerukunan, pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing berlari" untuk simbul keteladanan, serta "silih-asih dan silih-asuh" untuk acuan pendidikan masyarakat. 

Bahkan, bukanlah tidak mungkin pula bahwa nilai-nilai budaya bangsa itu justru akan menjadi faktor pendukung sekaligus sebagai pilar bagi globalisasi terebut. 

Ketiga hal di atas merupakan beberapa faktor penangkal terhadap dampak negatif yang mungkin dapat muncul akibat pengaruh budaya global, dan sekaligus menjadi faktor pendukung pula untuk tetap kokoh dan kuatnya jati diri bangsa yang pada akhir-akhir mulai terancam (bahkan telah memudar) akibat serbuan budaya global. 

Sebagaimana kita rasakan, bahwa globalisasi telah menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia. Perlu kita ingatkan kembali bahwa globalisasi dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. 

Jadi meskipun kita dapat mengambil keuntungan yang besar dari globalisasi, misalnya saja dari perkembangan iptek serta kemajuan di negara lain (dampak positif), namun apabila kita tidak siap untuk menghadapinya maka dapat berubah menjadi dampak negatif yang akan kita perolehnya. 

Oleh karena itu, agar kita tidak tergilas begitu saja oleh arus budaya global serta tidak tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain di dunia, maka kita harus mempersiapkan diri dengan sebaikbaiknya, misalnya saja dengan membekalinya dengan pengetahuan yang cukup, serta norma dan ideologi yang kuat.

Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Sikap Kritis Terhadap Perubahan Sosial Budaya"

close