Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Jenis Seni Pada Anak Usia Dini

Setiap seorang individu yang terlahir, pasti memiliki jiwa seni. Seni sendiri memiliki makna yang luas, erat kaitannya dengan perasaan dan emosi yang dituangkan lewat tindakan positif. Setiap orang memiliki cara yang unik dan beragam dalam mengekspresikan jiwa seni yang dimilikinya. 

Misalnya, ketika seseorang sedang merasakan perasaan bahagia, ia akan menuangkan rasa bahagianya melalui lukisan atau dengan menyanyikan lagu-lagu yang merupakan perwakilan ekspresi wajah gembira. 

Mengenal Jenis Seni Pada Anak Usia Dini

Seni merupakan sumber potensi dan gudang kreativitas yang harus distimulasi, agar berkembang secara optimal dan perlu diterapkan sejak dini. Carol Seefeldt dan Barbara menyatakan bahwa seni dalam pendidikan anak usia dini adalah seputar hal-hal yang bersifat mendasar dan ini penting diajarkan sejak dini. 

Berikut dijelaskan jenis-jenis seni yang bisa diajarkan pada anak usia dini yaitu:

Seni Tari

Seni tari dapat dikenalkan dengan menggunakan berbagai metode, karena seni tari berkaitan dengan gerakan yang melibatkan anggota tubuh. Sebelum mengenalkan gerakan tarian dari berbagai daerah, sebaiknya orangtua mengenalkan jenis tarian terlebih dahulu dengan menggunakan metode bercerita. Saat bercerita, gunakan bahasa yang mudah diterima oleh anak. 

Menceritakan sejarah dari masing-masing tarian tersebut, hal ini penting untuk menambah wawasan sang anak tentang filosofi tarian dan adat / istiadat. Hal ini juga memancing daya tarik dan rasa penasaran anak untuk mengetahui seperti apa jenis tarian yang berasal dari suatu daerah tertentu. 

Mengenal Jenis Seni Pada Anak Usia Dini

Maka disinilah peranan orangtua dalam pendidikan anak usia dini menjadi sangat penting dan krusial, untuk pengembangan potensi seni yang dimiliki seorang anak.

Metode selanjutnya adalah mendemonstrasikan jenis tarian yang ingin diajarkan pada anak, hal ini boleh dilakukan dengan memperagakan langsung gerakan demi gerakan apabila orangtua memiliki bakat dalam menari atau dengan cara mengajak anak menonton video tarian dari youtube secara bersama-sama. 

Kenalkan tarian yang berasal dari berbagai daerah seperti “tari saman” yang berasal dari Aceh, “tari piring” berasal dari Sumatera Barat, “tari serimpi” berasal dari Yogyakarta, dan lain-lain. 

Saat menonton, tentu saja anak akan belajar banyak hal seperti meniru berbagai gerakan, bagaimana terampil dalam menyeimbangkan gerakan anggota tubuh, dan bagaimana bekerjasama dengan sesama penari agar menghasilkan tarian yang indah.

Setelah mendemonstrasikan jenis tarian, langkah selanjutnya adalah evaluasi kegiatan dan tanyakan pada sang anak tentang kesan mereka ketika menari. Baik itu tentang pengayaan atau hambatan yang dialami sang anak saat berlatih. 

Berikan dukungan dan semangat agar anak termotivasi untuk terus berlatih, sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri ketika tampil di depan umum.

Seni Rupa

Menurut Catur, seni rupa adalah gagasan atau ungkapan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain. 

Gagasan dan ungkapan tersebut dituangkan dalam bentuk visual yang seolah-olah terlihat nyata. Mulyani mengelompokkan 9 jenis kegiatan seni rupa dalam bukunya yang berjudul “Pengembangan Seni Anak Usia Dini” antara lain :

Seni music

Seni musik adalah seni yang berkaitan dengan bunyi atau suara. Musik membawa kebahagiaan bagi siapa saja yang mendengarnya, termasuk anak usia dini. Musik membantu menstimulus pendengaran sang anak dalam meresapi setiap bunyi yang timbul, sehingga terbentuk pengetahuan dalam menikmati keindahan musik. 

Mengenal Jenis Seni Pada Anak Usia Dini

Bernyanyi adalah bagian dari pengalaman musik yang didapat oleh anak-anak melalui lingkungan sekitarnya. Misalnya, orangtua sering bernyanyi saat sedang berkegiatan atau bermain bersama sang anak. 

Terkadang, pengalaman lain juga ditemukan di televisi, radio, atau channel youtube yang menayangkan lagu anak-anak. Dengan pengalaman tersebut, anak-anak mudah sekali meniru kegiatan bernyanyi.

Seni Drama

Seni drama sering disebut sebagai seni dalam bermain peran, di mana seorang anak akan berperan menjadi diri orang lain. Bermain peran membantu anak untuk berimajinasi melalui pengalaman yang terekam dalam ingatan sang anak. 

Oleh karena itu, tidak heran jika kita sering menemukan anak usia dini yang sedang bermain peran dengan teman-temannya.

Penutup

Seni memberi ruang pada anak agar dapat mengungkapkan dan mengontrol perasaan serta emosi, yang sedang dirasakan lewat tindakan (misalnya kegiatan) yang positif. Sehingga tujuan dan fungsi pendidikan anak usia dini bisa dipraktekkan secara optimal, untuk memaksimal potensi anak dalam masa Golden Age.

Selain itu, anak-anak juga akan belajar tentang bagaimana melatih koordinasi antara mata, tangan, dan kaki. Misalnya, saat anak sedang membuat “finger painting”. 

Anak akan mencoba belajar berkonsentrasi saat ia sedang menggerakkan tangan atau memadukan berbagai warna, dan kemudian mengecapnya agar membentuk jari-jari tangan menjadi visualisasi yang indah seperti angsa atau pepohonan. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menstinulai perkembangan motorik pada anak usia dini.
Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Mengenal Jenis Seni Pada Anak Usia Dini"