Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis dan Persebaran Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui

Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang dapat dipulihkan kembali setelah melalui proses pemakaian. Proses pemulihan ini dapat dilakukan secara alami, artinya dibiarkan alam saja yang memperbaiki diri, atau bisa juga diperbaiki oleh manusia sebagai pelaku pembangunan sekaligus sebagai penentu keberlangsungan dari pemanfaatan semua sumber daya alam itu. 

Jenis dan Persebaran Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui

Sumber daya alam yang dapat diperbarui banyak sekali ragamnya. Tetapi ada sebuah ciri, bahwa sumber daya alam yang dapat diperbarui, hampir semuanya berkenaan dengan lapisan kehidupan hewan dan tumbuhan ditambah dengan lingkungan fisiknya, seperti air, udara, tanah, dan sinar matahari. 

Sebagai contoh, pertanian, perkebunan, dan peternakan, termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui. Supaya lebih jelas, lihat beberapa kelompok sumber daya alam yang dikategorikan dapat diperbarui berikut ini.

a. Hasil hutan

Luas hutan yang ada di Indonesia sudah mulai mengalami penyusutan. Banyak hutan yang dijadikan kawasan lindung mengalami kerusakan lebih dahulu daripada hutan yang bukan hutan lindung. Persebaran hutan Indonesia kalau dilihat berdasarkan angka, boleh saja disebut luas, tetapi kalau melihat tingkat kerusakannya, hitungan luas itu sudah tidak menjadi andalan lagi. Hutan di Indonesia dikelompokkan berdasarkan hal-hal berikut. 
  1. Berdasarkan cara terjadinya, terdiri atas hutan alam dan hutan buatan. 
  2. Berdasarkan jenis tumbuhannya, terbagi menjadi hutan homogen dan hutan heterogen. 
  3. Berdasarkan iklim yang mempengaruhinya, terdiri atas hutan hujan tropis, hutan muson, dan hutan sabana. 
  4. Berdasarkan fungsinya, terdiri atas hutan produksi dan hutan lindung. 
Hutan alam ada yang disebut dengan hutan primer dan sekunder. Hutan primer adalah hutan alam yang belum dijamah sama sekali oleh manusia seperti para perambah hutan atau para petani ladang berpindah. 

Sedang yang disebut dengan hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali setelah ditinggalkan oleh para nomaden, yaitu para pengembara perambah hutan atau petani ladang berpindah. Beberapa hasil hutan saat ini yang kemudian dijadikan komoditas ekspor adalah sebagai berikut. 
  • Kayu meranti, banyak dihasilkan di Kalimantan. 
  • Kayu albasiah, banyak dihasilkan di beberapa tempat di Pulau Jawa. 
  • Rotan, banyak dihasilkan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. 
  • Getah damar 
  • Getah kopal, banyak terdapat di Maluku dan Sulawesi. 
  • Kayu jelutung, banyak terdapat di Kalimantan. 
  • Kayu kamper 
  • Kayu cendana

b. Peternakan 

Peternakan yang terbentang luas di Indonesia terpengaruh oleh keadaan iklim di kawasan tersebut. Iklim mempengaruhi persebaran jenis vegetasi (tumbuhan) di kawasan itu. Semakin besar jumlah curah hujan, semakin bervariasi dan lebat hutan atau vegetasi. 

Sebaliknya, semakin kecil jumlah curah hujan, semakin homogen jenis vegetasi. Akibat dari keterkaitan antara jenis vegetasi dengan iklim, maka jenis peternakan akan mengikuti pola persebaran vegetasi yang ada. 

Peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau, atau kuda itu akan berkembang dengan baik di kawasan yang memiliki padang rumput alam yang luas. Kawasan seperti itu biasanya terdapat di Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi. 

Namun, tidak menutup kemungkinan kawasan Indonesia bagian barat juga memiliki kawasan peternakan. Jika dilihat dari bentuk ukuran hewan, peternakan itu bisa dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar. 

1) Ternak hewan besar 

Ternak hewan besar yaitu kelompok peternakan sapi, kerbau, kuda. Hewan-hewan ini selain diambil daging dan susunya, juga diambil tenaganya, misalnya untuk membajak sawah. 
  • Sapi 
Peternakan sapi banyak terdapat di Jawa, Madura, Bali. Sapi selain diambil dagingnya, juga diambil susu dan tenaganya untuk membajak areal pertanian. 
  • Kerbau 
Peternakan kerbau banyak terdapat di Pulau Jawa, Sumatra Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Selatan, dan Flores. Kerbau selain diambil dagingnya juga diambil tenaganya. Banyak pekerjaan manusia yang diserahkan kepada hewan ini, seperti membajak sawah atau menarik barang yang berat.
  • Kuda 
Binatang ini kebanyakan hanya diambil tenaganya, jarang yang diambil dagingnya. Beberapa daerah yang menjadi kawasan persebaran peternakan kuda ini adalah Tapanuli (Batak), Sulawesi yang terkenal dengan kuda Makasarnya, Sumba, Sumbawa, Sawu, dan Roti. 

2) Ternak hewan kecil 

Ternak yang diklasifikasikan pada hewan kecil adalah kambing, babi, domba. Persebaran hewan-hewan itu hampir di setiap wilayah Indonesia bisa dijumpai, kecuali babi yang hanya di tempat-tempat tertentu bisa dijumpai. 

3) Unggas 

Hewan yang termasuk kategori unggas adalah itik, ayam, angsa, dan sejenisnya. Hewan unggas adalah hewan peliharaan keluarga, sehingga di pedesaan hampir setiap rumah memiliki hewan unggas peliharaan.

c. Perikanan 

Usaha perikanan di Indonesia sebetulnya sangat memungkinkan untuk maju, karena semua daya pendukungnya tersedia, seperti air yang melimpah, baik air darat maupun air laut. Air darat sangat terpengaruh oleh ketersediaan air tanah dan air limpasan, tetapi baik air tanah maupun air limpasan dipengaruhi oleh banyaknya curah hujan, sementara curah hujan di Indonesia sangat tinggi. 

Begitu juga perairan laut Indonesia sangat luas. Andai dilakukan penggalian sumber daya perikanan laut, pasti akan melimpah ruah. Namun, persoalannya terletak pada kemauan dan kemampuan mengolah ini semua. Bisakah kita memanfaatkan laut yang luas ini?

Usaha perikanan yang dilakukan penduduk dibedakan atas dua kelompok besar, yaitu perikanan darat dan perikanan laut. 

1) Perikanan darat 

Perikanan darat artinya usaha pengelolaan perikanan yang tidak menggunakan air laut. Ada dua kelompok pada perikanan darat ini, yaitu perikanan air tawar dan perikanan air payau. Perikanan air tawar, yaitu usaha perikanan dengan menggunakan air tawar dengan jenis ikan seperti mujair, tawes, mas. Bentuk usaha perikanan ini dilakukan dengan caracara berikut ini. 
  • Di kolam, hampir setiap penduduk di pedesaan dapat memiliki kolam ikan. 
  • Di danau, dengan menggunakan jaring terapung seperti yang terdapat di bendungan PLTA Saguling dan Cirata, Jawa Barat. 
  • Di sawah, perikanan ini dilakukan pada saat musim tanam tiba, yaitu ketika bibit mulai disemai, ikan pun ditanam di sawah yang sudah dicangkul. Ketika bibit padi siap ditanam, ikan diangkat atau dipanen. 
Perikanan air payau, yaitu usaha perikanan di tambak-tambak sekitar pantai. Disebut payau karena sumber airnya dari laut bercampur dengan air tawar dari rawa-rawa. Ikan yang diusahakannya seperti udang, bandeng. 

Daerah yang memiliki banyak usaha perikanan air payau ini adalah di sekitar pantai utara Pulau Jawa, Sumatra Utara, dan Sulawesi bagian barat daya. 

2) Perikanan laut 

Perikanan laut artinya mencari ikan ke lepas lautan. Usaha ini biasanya dilakukan oleh mereka yang berdomisili dekat dengan pantai. Kawasan tangkapan ikan laut di Indonesia di antaranya sebagai berikut. 
  • Sepanjang pantai utara dan sebagian pantai selatan Pulau Jawa, seperti Cirebon, Indramayu, Cilacap, Pelabuhan Ratu, Pangandaran. 
  • Sumatra, yaitu di sekitar Selat Malaka dan di Bagan Siapi-api. 
  • Kalimantan 
  • Sulawesi 
  • Maluku 

d. Air 

Air adalah sumber daya yang dikategorikan dapat diperbarui, karena air mengalami siklus sepanjang masa. Contohnya krisis air tanah di suatu tempat bisa ditanggulangi dengan cara mengadakan penghijauan di sekitar bukit kawasan itu yang diperkirakan sebagai daerah tangkapan hujan dan membangun sumur resapan air hampir di semua bangunan. 

Kehidupan di suatu tempat yang dipadati oleh penduduk sudah dipastikan akan memerlukan air, baik air untuk minum atau untuk kebutuhan lainnya. Semakin banyak penduduk yang tinggal di suatu tempat, maka semakin besar yang dibutuhkan. 

Jika tidak diimbangi dengan usaha pelestariannya, maka keberadaan air di suatu tempat akan semakin berkurang. Air sangat berguna untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, seperti sawah, kebun dan ladang, serta industri. 

Untuk menyeimbangkan antara pemakaian dengan pemasukan, maka harus ada upayaupaya yang jelas dari penduduk dan pemerintah setempat dalam merehabilitasi keberadaan air tanah. Adapun beberapa cara yang dapat digunakan di antaranya sebagai berikut.
  1. Memperluas areal lahan terbuka hijau di perkotaan. Kota yang padat penduduknya memungkinkan konsumsi air yang sangat besar. Sementara lahan dengan sendirinya padat oleh permukiman penduduk. Pemerintah kota dengan dinas pertamanannya mengusahakan perluasan areal terbuka hijau, apakah dengan berbentuk taman atau hutan kota. 
  2. Melengkapi bangunan rumah tangga dengan sumur resapan air, juga alangkah baiknya jika tidak menembok halaman, tetapi dengan menggunakan paving block. 
  3. Membuat konsentrasi air limpasan pada waktu hujan. Tempat konsentrasi ini dapat berbentuk bendungan atau bangunan lainnya. Sebab hujan yang tidak ditampung akan terbuang percuma ke sungai dan juga akan menambah luapan air sungai. 

e. Tanah

Tanah adalah hasil pelapukan batuan yang telah bercampur dengan berbagai material lainnya, seperti material organik dan anorganik. Lapisan tanah berada pada lapisan yang paling atas. Tanah bisa dikategorikan sumber daya alam yang dapat diperbarui, karena pada saat tanah sudah mulai turun tingkat kesuburannya, tanah tersebut bisa dikondisikan menjadi subur kembali, yaitu melalui pemupukan. 

Berdasarkan bahan induk dan proses pembentukannya, tanah ada beberapa jenis. 

1) Tanah vulkanik, 

adalah tanah yang terbentuk karena proses vulkanisme atau gunung api, dimana material lepasnya, seperti abu, kerikil, lambat laun akan menjadikan tanah subur. Tanah ini banyak ditemukan di sekitar areal gunung api, seperti di Pulau Jawa, Sumatra, Bali, dan Lombok. Tanah vulkanik cocok digunakan sebagai lahan pertanian, seperti perkebunan sayuran dan sawah. 

2) Tanah podzol, 

yaitu tanah yang terbentuk karena proses pelapukan batuan yang mengandung batuan kuarsa. Tanah jenis ini masih memiliki kesuburan yang cukup, sehingga cocok sebagai lahan untuk perkebunan dan ladang. 

3) Tanah laterit, 

adalah tanah yang terbentuk karena proses pelapukan batuan yang mengandung besi, ditandai dengan merahnya warna tanah. Sifat tanah ini kurang subur. Tanah laterit cocok ditanami dengan jenis tanaman keras, seperti kayu jati. 

4) Tanah mergel, 

adalah tanah yang terbentuk karena proses pelapukan dan bercampur dengan berbagai material seperti pasir, kapur, dan tanah liat. Sifat dari tanah ini subur, dan cocok ditanami tanaman-tanaman berakar serabut seperti palawija. 

5) Tanah gambut, 

artinya tanah rawa, karena lingkungan proses pelapukannya berada di dalam rawa. Akibatnya, pelapukan tidak sempurna dan mempunyai tingkat kesuburan yang rendah. Tanah jenis ini cocok untuk lahan persawahan gambut. 

6) Tanah endapan, 

adalah tanah hasil luapan pada waktu banjir, dan biasanya tanah ini terdapat di sekitar bantaran kali. Tanah jenis ini sangat subur dan cocok dijadikan lahan persawahan dan perkebunan sayuran. 

7) Tanah kapur, 

yaitu tanah yang bahan induknya batuan kapur. Sifat dari tanah jenis ini kurang subur sehingga kurang cocok untuk dijadikan lahan pertanian. 

8) Tanah humus, 

yaitu tanah yang berasal dari bahan-bahan organik yang telah membusuk seperti tumbuhan. Sifat tanah jenis ini sangat subur dan cocok dijadikan lahan persawahan dan perkebunan. 

9) Tanah padas, 

yaitu tanah pejal dan tidak baik untuk pertanian karena kurang subur. Tanah jenis ini cocok untuk bahan baku pembuatan gerabah. Selain bermanfaat sebagai lahan bercocok tanam, tanah juga berguna sebagai lahan tempat tinggal, lahan usaha, dan lahan industri.

f. Angin 

Angin adalah udara yang bergerak. Udara ini berubah menjadi sebuah energi karena gerakannya tersebut. Energi inilah yang dapat dimanfaatkan manusia demi kemudahan dalam hidup. Angin banyak membantu kehidupan manusia dalam menjalankan aktivitasnya seharihari, di antaranya untuk berikut ini. 
  1. Pelayaran Nelayan masih ada yang menggunakan jasa angin untuk menggerakkan perahunya ke tengah lautan atau ke daratan. 
  2. Penerbangan Kapal udara yang bergerak searah dengan pergerakan angin akan bertambah kecepatannya, karena angin memberikan bantuan terhadap daya dorong pesawat. 
  3. Kegiatan olahraga air Banyak aktivitas olahraga yang dilakukan di lautan dengan bantuan angin, seperti selancar angin atau air.

g. Sinar matahari 

Sinar matahari dikategorikan ke dalam sumber daya yang dapat diperbarui dengan dasar pemikiran bahwa sinar matahari merupakan sumber daya yang tidak akan habis. Jadi bukan berarti cahaya matahari bisa diperbarui keberadaannya, tetapi sinar matahari bagaimanapun cara penggunaannya tidak akan habis. 

Matahari adalah sumber kehidupan. Tumbuhan bisa berkembang biak dengan melakukan proses fotosintesis pada daunnya. Jika sinar matahari tidak ada, maka proses fotosintesis tidak akan berlangsung. Dengan adanya tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, maka kehidupan makhluk hewan pun akan beranekaragam.

Selain sebagai pemicu kehidupan di permukaan bumi, sinar matahari dapat juga dimanfaatkan untuk banyak hal, di antaranya sebagai berikut. 
  1. Pengering hasil pertanian dan bahan industri. 
  2. Pembangkit listrik tenaga surya dengan menggunakan sel matahari (solar cell) yang dapat dipasang di atap rumah. 
  3. Penerang/pencahayaan. 
  4. Pembangkit listrik pada satelit khusus atau laboratorium ruang angkasa (sky lab). 
  5. Menggantikan fungsi bensin, sebagai penggerak mobil atau motor.
Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Jenis dan Persebaran Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui"