Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbagai Dampak Negatif dari Penggunaan TIK

Saat ini, pemanfaatan teknologi informasi merupakan bagian penting dari hampir seluruh aktivitas masyarakat. Bahkan, di dunia perbankan hampir seluruh proses penyelenggaraan sistem pembayaran telah dilaksanakan secara elektronik (paperless). Perkembangan teknologi informasi itu telah memaksa pelaku usaha mengubah strategi bisnisnya dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa.

Berbagai Dampak Negatif dari Penggunaan TIK

Pelayanan electronic transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking, dan internet banking misalnya, merupakan bentuk-bentuk baru dari delivery channel pelayanan bank yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi oleh teknologi. 

Bagi perekonomian, kemajuan teknologi memberikan manfaat yang sangat besar, karena transaksi bisnis dapat dilakukan secara seketika (realtime), yang berarti perputaran ekonomi menjadi semakin cepat dan dapat dilakukan tanpa hambatan ruang dan waktu.

Begitu juga dari sisi keamanan, penggunaan teknologi memberikan perlindungan terhadap keamanan data dan transaksi. Contoh mengenai hal ini adalah pada saat terjadi bencana tsunami di NAD dan Sumatera Utara tahun 2004, serta gempa bumi di Yogyakarta, bank-bank yang berbasis teknologi sangat cepat melakukan recovery karena didukung oleh electronic data back-up yang tersimpan di lokasi lain sehingga dapat kembali melakukan pelayanan kepada nasabahnya dengan cepat.

Namun demikian, perkembangan teknologi yang begitu cepat tidak dapat dipungkiri telah menimbulkan dampak negatif, yaitu berkembangnya kejahatan yang dikenal sebagai cybercrime, bahkan lebih jauh lagi adalah dimanfaatkannya kecanggihan teknologi informasi dan komputer oleh pelaku kejahatan untuk tujuan pencurian uang dan kejahatan terorisme.

Bentuk kekhawatiran tersebut antara lain tergambar dalam kasus yang menyedot perhatian dunia baru-baru ini, yaitu tindakan yang konon dilakukan oleh Amerika Serikat yang melakukan kegiatan mata-mata secara kontroversial untuk melacak jutaan transaksi keuangan milik warganya melalui data SWIFT secara illegal (Koran Tempo 29 Juni 2006).

Dalam arti sempit, cybercrime adalah computer crime yang ditujukan terhadap sistem atau jaringan komputer, sedangkan dalam arti luas, cybercrime mencakup seluruh bentuk baru kejahatan yang ditujukan pada komputer, jaringan komputer dan penggunanya, serta bentuk-bentuk kejahatan tradisional yang sekarang dilakukan dengan menggunakan bantuan peralatan komputer.

Secara garis besar, kejahatan-kejahatan yang terjadi terhadap suatu sistem atau jaringan komputer dan yang menggunakan komputer sebagai instrumental delicti, mutatis mutandis, juga dapat terjadi di dunia perbankan. Kegiatan yang potensial menjadi target cybercrime dalam kegiatan perbankan, antara lain adalah: 

  1. Layanan pembayaran menggunakan kartu kredit pada situs-situs toko online. 
  2. Layanan perbankan online (online banking). 

Dalam kaitannya dengan cybercrime, maka sudut pandangnya adalah kejahatan internet yang menjadikan pihak bank, merchant, toko online atau nasabah sebagai korban. Hal ini yang dapat terjadi karena maksud jahat seseorang yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi informasi, atau seseorang yang memanfaatkan kelengahan pihak bank, pihak merchant, maupun pihak nasabah. Beberapa bentuk potensi cybercrime dalam kegiatan perbankan adalah sebagai berikut.

1. Typo Site 

Pelaku membuat nama situs palsu yang sama persis dengan situs asli dan membuat alamat yang mirip dengan situs asli. Pelaku menunggu kesempatan jika ada seorang korban salah mengetikkan alamat dan masuk ke situs palsu buatannya. Jika hal ini terjadi, maka pelaku akan memperoleh informasi user dan password korbannya, dan dapat dimanfaatkan untuk merugikan korban. 

2. Keylogger/Keystroke Recorder 

Modus lainnya adalah keylogger. Hal ini sering terjadi pada tempat mengakses internet umum, seperti di warnet. Program ini akan merekam karakter-karakter yang diketikkan oleh user dan berharap akan mendapatkan data penting, seperti user ID maupun password. 

Semakin sering mengakses internet di tempat umum, semakin rentan pula terkena modus operandi yang dikenal dengan istilah keylogger atau keystroke recorder ini. Sebab, komputer yang berada di warnet digunakan berganti-ganti oleh banyak orang. 

Cara kerja dari modus ini sebenarnya sangat sederhana, tetapi banyak para pengguna komputer di tempat umum yang lengah dan tidak sadar bahwa semua aktivitasnya dicatat oleh orang lain. Pelaku memasang program keylogger di komputer-komputer umum. 

Program keylogger ini akan merekam semua tombol keyboard yang ditekan oleh pengguna komputer berikutnya. Di lain waktu, pemasang keylogger akan mengambil hasil “jebakannya” di komputer yang sama, dan dia berharap akan memperoleh informasi penting dari para korbannya, seperti user ID dan password. 

3. Sniffing 

Sniffing adalah usaha untuk mendapatkan user ID dan password dengan jalan mengamati paket data yang lewat pada jaringan komputer. 

4. Brute Force Attacking 

Brute force attacking adalah usaha untuk mendapatkan password atau key dengan mencoba semua kombinasi yang mungkin. 

5. Web Deface 

Web deface adalah system exploitation dengan tujuan mengganti tampilan halaman muka suatu situs. 

6. E-mail Spamming 

E-mail spamming adalah mengirimkan junk e-mail berupa iklan produk dan sejenisnya pada alamat e-mail seseorang. 

7. Denial of Service 

Denial of service adalah membanjiri data dalam jumlah yang sangat besar dengan maksud untuk melumpuhkan sistem sasaran.

8. Virus, Worm, dan Trojan 

Menyebarkan virus, worm, maupun trojan memiliki tujuan untuk melumpuhkan sistem komputer, memperoleh data-data dari sistem korban, dan untuk mencemarkan nama baik pembuat perangkat lunak tertentu. Selain itu, dampak negatif lain yang muncul adalah adanya penyebarluasan hal-hal yang berbau pornografi, seperti foto, cerita, bahkan video. 

Setiap orang dapat dengan mudah mengakses hal-hal tersebut di internet. Ini akan berakibat buruk terhadap perkembangan mental dan psikologis orang yang melihat hal-hal yang berbau pornografi tersebut. 

Sebagai generasi penerus bangsa, kamu harus dapat menghindari dampak-dampak negatif yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Manfaatkanlah teknologi internet untuk mencari hal-hal yang bermanfaat, seperti pengetahuan, berita olahraga, dan hal-hal lain yang dapat membuatmu menjadi anak yang cerdas dan berakhlak terpuji.

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Berbagai Dampak Negatif dari Penggunaan TIK"