Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum Permintaan - Pelajaran Ekonomi

Anda telah mempelajari berbagai faktor yang memengaruhi permintaan. Di antara faktor-faktor tersebut, harga memberi pengaruh yang paling signifikan. Hubungan yang erat antara harga dan permintaan ini merupakan hubungan fungsional atau saling ketergantungan (interdependen). Coba Anda perhatikan apabila ada penjual yang melakukan ”banting harga”. Apa yang Anda lihat? Banyak atau sedikitkah pembelinya? Anda bisa lihat reaksi pembeli yang lewat di sekitarnya. Kecenderungan konsumen untuk melihat-lihat dan membeli barang yang ditawarkan dengan harga yang rendah akan lebih besar.

Hukum Permintaan Pelajaran Ekonomi

Untuk mendapatkan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup diperlukan pengorbanan. Dalam kegiatan ekonomi, salah satu wujud pengorbanan adalah uang yang dipakai untuk membeli. Dalam hal ini jumlah barang/jasa yang akan Anda beli berkaitan dengan tinggi rendahnya harga barang/jasa yang bersangkutan.

Kebanyakan orang akan lebih suka membeli barang yang murah atau yang harganya turun dari harga semula. Potongan harga memang cara yang sangat efektif untuk menarik pembeli terutama bagi orangorang yang hasrat konsumsinya tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga akan menambah minat konsumen untuk lebih banyak membeli. Apabila harga suatu barang turun, orang cenderung membeli dalam jumlah yang lebih banyak. Apabila harga suatu barang naik, apa yang akan terjadi pada minat beli masyarakat?

Secara eksplisit, hukum permintaan berbunyi: semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut yang ingin diminta. Sebaliknya, semakin tinggi harganya, semakin sedikit jumlah barang yang ingin diminta (ceteris paribus). Ceteris paribus adalah suatu asumsi atau anggapan bahwa semua faktor lain yang turut memengaruhi permintaan dianggap konstan atau tidak berubah. Hal lain yang diasumsikan tetap adalah:

  1. Penghasilan seseorang tetap. Jika penghasilan bertambah, maka kenaikan harga tidak banyak memengaruhi permintaan. Mungkin saja, walaupun harga barang naik, permintaan suatu barang tetap, karena penghasilan masyarakat bertambah. 
  2. Selera konsumen atau kesenangan orang akan barang itu tetap. Jika orang tidak lagi menyukai suatu barang, maka walaupun harga barang tersebut turun, permintaannya tetap turun. 
  3. Tidak adanya barang substitusi baru. Jika ada barang substitusi baru, maka kenaikan harga sedikit saja akan menyebabkan permintaan turun karena orang-orang akan beralih pada barang substitusi baru. 
  4. Jumlah penduduk tetap, artinya, tidak ada pertambahan kebutuhan penduduk terhadap suatu barang. Jika jumlah penduduk bertambah, maka permintaan barang tetap meningkat meskipun harganya naik. Barang-barang yang dimaksud adalah untuk kebutuhan pokok. 
  5. Orang tidak menganggap kenaikan harga itu merupakan suatu tanda bahwa harga barang itu akan terus naik. Jika demikian, orang tetap akan membeli barang yang harganya naik karena takut tidak mampu membeli di masa yang akan datang.

Mengapa Jumlah yang Dibeli Cenderung Turun Saat Harganya Naik?

Hukum permintaan menyatakan jumlah barang yang diminta akan turun pada saat harganya naik. Ada dua alasan yang dapat menjelaskannya, yaitu: 

a. Efek Substitusi 
Apabila harga suatu barang naik, orang akan menggantinya dengan barang serupa yang harganya lebih rendah. Contohnya apabila harga daging sapi naik, sedangkan harga daging lainnya tidak berubah maka secara relatif harga daging sapi menjadi lebih mahal. Dengan naiknya harga daging sapi, beberapa orang akan menggantikan daging sapi dengan daging yang lain, misalnya daging kambing atau daging ayam. 

b. Efek Pendapatan 
Apabila harga suatu barang naik (misalnya daging sapi tadi), dengan pendapatan yang terbatas, seseorang menjadi relatif lebih miskin dari sebelumnya. Istilahnya, pendapatan riil orang tersebut turun dan dampaknya ia akan mengurangi konsumsi pembelian daging sapi tadi.

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Hukum Permintaan - Pelajaran Ekonomi"