Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional - Kualitas penduduk bukan hanya berpengaruh pada pembangunan nasional saat ini. Perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia, juga sangat dipengaruhi oleh peningkatan kualitas penduduk Indonesia.Pentingnya kualitas penduduk dalam perjuangan bangsa Indonesia juga dapat dilihat pada masa pergerakan nasional. Kamu tentu sudah mengetahui makna kebangkitan nasional dan pergerakan nasional Indonesia bukan? Tahukah kamu, bahwa salah satu pendorong lahirnya pergerakan nasional Indonesia adalah karena peningkatan kualitas penduduk di Indonesia. Mengapa demikian? Kamu akan mempelajari pada uraian berikutnya.

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
Perhatikan tabel Menurut data tersebut, jumlah rakyat yang dapat baca tulis di Indonesia sangat sedikit. Berdasarkan indikator pendidikan, kualitas penduduk Indonesia pada masa penjajahan sangat rendah. Kondisi kesehatan dan kesejahteraan rakyat pada masa penjajahan juga sangat memprihatinkan. Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang rendah, menyebabkan bangsa asing mudah mengelabuhi bangsa Indonesia.

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
tingkat pendidikan rakyat Indonesia pada masa penjajahan dan masa kemerdekaan
Pada awal abad XX, terjadi perubahan penting pada kualitas penduduk Indonesia. Perubahan tersebut terutama dalam bidang pendidikan. Semakin banyak sekolah berkembang di Indonesia, semakin banyak kaum terpelajar. Kelompok inilah yang berperan besar pada pergerakan nasional Bangsa Indonesia. Semakin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia, semakin meningkat pula kualitas penduduk Indonesia. Meningkatnya kualitas penduduk di Indonesia berpengaruh langsung pada pergerakan kebangsaan Indonesia. Bagaimana proses pergerakan nasional tersebut? Kamu akan mempelajarinya melalui uraian berikut ini.

A. Munculnya Nasionalisme Indonesia 

Munculnya nasionalisme atau paham kebangsaan Indonesia dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Faktor apa saja yang mendorong lahirnya nasionalisme (pergerakan kebangsaan) Indonesia? Uraian berikut akan membantumu memahaminya.

Perluasan Pendidikan 

Pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan Politik Etis tahun 1901 yaitu; irigasi/pengairan, emigrasi/transmigrasi, dan edukasi/pendidikan. Tiga kebijakan tersebut sebenarnya bertujuan memperbaiki kondisi masyarakat yang semakin terpuruk. Namun pelaksanaan kebijakan politik etis tetap lebih berpihak kepada penjajah. Dalam pelaksanaannya banyak penyelewengan dalam politik Etis, seperti :
  1. Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda. 
  2. Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah. 
  3. Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat.
Segi positif yang paling dirasakan bangsa Indonesia adalah pendidikan. Semakin banyak orang Indonesia berpendidikan modern, yang kemudian memelopori gerakan pendidikan, sosial, dan politik. Pengaruh pendidikan inilah yang melahirkan para tokoh pemimpin pergerakan nasional Indonesia.

Pendidikan adalah investasi peradaban. Melalui pendidikan akan tertanamkan pengetahuan dan kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia. Secara bertahap, mulai masuk abad XX kesempatan memperoleh pendidikan bagi rakyat Indonesia semakin besar. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan baru pemerintah Hindia Belanda melalui Politik Etis. Kebijakan Politik Etis memungkinkan berdirinya sekolah-sekolah di berbagai daerah Indonesia.

Mulai abad XX perkembangan pendidikan yang diselenggarakan swasta juga semakin banyak. Perkembangan pendidikan bukan hanya diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi juga oleh berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Misionaris agama Kristen dan Katolik mendirikan berbagai sekolah di pusat-pusat penyebaran agama Kristen. Beberapa kota berkembang pendidikan berdasarkan keagamaan seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahd latul Ulama, dan sebagainya. Sekolah kebangsaan juga tumbuh seperti Taman Siswa dan sekolah-sekolah yang didirikan organisasi pergerakan.

Pendidikan sangat besar peranannya dalam menumbuhkembangkan nasionalisme. Pendidikan menyebabkan terjadinya transformasi ide dan pemikiran yang mendorong semangat pembaharuan masyarakat. Pada masa sekarang kamu harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Pendidikan merupakan modal penting dalam masa pergerakan nasional dan pembangunan sekarang. Sampai saat ini masih ada sekitar 8,5 juta penduduk Indonesia masih buta huruf. Kita tahu, Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SMP baru 70%. Sedangkan APK untuk tingkat SMU baru berkisar 60%. Angka partisipasi untuk perguruan tinggi lebih rendah lagi, yakni 18,7%. Jumlah mahasiswa di Indonesia baru berkisar 4,8 juta orang. Padahal, jumlah anak usia belajar di perguruan tinggi berkisar 25 juta orang. Dengan demikian, ada puluhan juta pemuda Indonesia yang terpaksa menjadi tenaga kerja murah atau pengangguran. Kamu dapat berpertisipasi meningkatkan kualitas pendidikan dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kamu juga dapat berperan memberantas buta huruf dan memperluas kesempatan pendidikan dengan menjadi guru di daerahdaerah terpencil.

Kegagalan perjuangan di berbagai daerah 

Bangsa Indonesia sadar berbagai penyebab kegagalan perjuangan kemerdekaan pada masa lalu. Salah satu penyebab kegagalan perjuangan tersebut adalah perlawanan yang bersifat kedaerahan. Kamu tentu ingat beberapa perjuangan bangsa Indonesia di berbagai daerah. Bagaimana seandainya para tokoh seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Sultan Hasanuddin dan para tokoh lainnya bersatu mengusir penjajah? Tentu Belanda akan mudah ditaklukkan.

Memasuki abad XX, corak perjuangan bangsa Indonesia berubah dari yang bersifat kedaerahan, menuju perjuangan yang bersifat nasional. Bangsa Indonesia menemukan identitas kebangsaan sebagai pengikat perjuangan bersama. Paham kebangsaan atau nasionalisme telah tumbuh dan menjelma menjadi sarana perjuangan yang sangat kuat. Corak perjuangan nasional bangsa Indonesia ditandai dengan momentum penting yaitu diikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Rasa Senasib Sepenanggungan 

Perluasan kekuasaan Barat di Indonesia telah memengaruhi perubahan politik, ekonomi, sosial bangsa Indonesia. Tekanan pemerintah Hindia Belanda pada bangsa Indonesia telah memunculkan perasaan kebersamaan rakyat Indonesia sebagai bangsa terjajah. Hal inilah yang mendorong tekad bersama untuk menghimpun kebersamaan dalam pergerakan kebangsaan Indonesia.

Berkembangnya berbagai paham baru 

Paham-paham baru seperti pan-Islamisme, liberalisme, sosialisme, komunisme menjadi salah satu pendorong pergerakan nasional Indonesia. Paham-paham tersebut mengajarkan bagaimana langkah-langkah memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Berbagai paham tersebut mempengaruhi berbagai organisasi pergerakan nasional Indonesia.

Perkembangan Organisasi Etnik, Kedaerahan, Keagamaan 

Organisasi pergerakan nasional tidak muncul begitu saja. Awalnya yang berdiri di Indonesia adalah berbagai organisasi etnik, kedaerahan, dan keagamaan. Berbagai organisasi tersebut sering melakukan pertemuan hingga akhirnya muncul ide untuk mengikatkan diri dalam organisasi yang bersifat nasional. Bagaimana prosesnya?

Organisasi etnik banyak didirikan oleh pelajar perantau di kota-kota besar. Mereka membentuk perkumpulan berdasarkan latar belakang etnis. Beberapa contoh misalnya Serikat Pasundan dan Perkumpulan Kaum Betawi dipelopori oleh M. Husni Thamrin. Selain berkembang organisasi etnik, muncul juga beberapa organisasi kedaerahan seperti Tri Koro Dharmo (1915), Jong Java (1918) Jong Sumatranen Bond (1917).

Berbagai organisasi bernapaskan keagamaan pada awal abad XX sangat mempengaruhi perkembangan kebangsaan Indonesia. Beberapa organisasi bernapas keagamaan yang muncul pada masa awal abad XX misalnya Jong Islamiten Bond, Muda Kristen Jawi, Muhammadiyah, Nahd latul Ulama, PERSIS (Persatuan Umat Islam), dan Al-Jamiatul Washiyah.

Kaum wanita juga aktif berperan dalam berbagai organisasi baik organisasi sosial maupun politik. Peran serta perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, telah ada sejak dahulu. Beberapa tokoh pejuang wanita zaman dulu adalah R.A. Kartini, Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis. R.A. Kartini adalah putri Bupati Jepara Jawa Tengah yang memperjuangkan emansipasi (persamaan derajat) antara laki-laki dan perempuan. Beliau mendirikan sekolah khusus untuk perempuan.

B. Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
Museum Kebangkitan Nasional muskitnas-1
Gedung tersebut merupakan gedung bekas STOVIA yang terletak di Jakarta dan sangat penting artinya bagi kebangkitan nasional Indonesia. Kebangkitan nasional yaitu masa kesadaran bangsa Indonesia untuk berjuang bersama-sama dalam mengusir penjajahan. Tentu kamu masih ingat mengapa tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Tanggal 20 Mei 1908 merupakan hari lahir Boedi Oetomo (Budi Utomo), organisasi modernis pertama di Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Budi Utomo dan berbagai organisasi lainnya? Kamu akan menelusuri melalui uraian di bawah ini.

Budi Utomo 

Pada awal abad XX sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran bernama STOVIA (School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen) terdapat di Jakarta. Para tokoh mahasiswa kedokteran sepakat untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia dengan memajukan pendidikan rakyat. Pada tanggal 20 Mei 1908 sebuah organisasi bernama Budi Utomo dibentuk di Jakarta. Ketua Budi Utomo adalah dr Sutomo, dan tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh lain pendiri Budi Utomo adalah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Tirtokusumo.

Sarekat Islam 

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
 Suasana Pasar Klewer pada masa kini
Gambar di atas menunjukkan suasana Pasar Klewer di Solo atau Surakarta Jawa Tengah. Pada masa penjajahan pasar tersebut telah ramai oleh para pedagang Indonesia, Arab dan Cina. Akibat dari persaingan yang tidak sehat antara pedagang pribumi dan pedagang Cina, pada tahun 1911 didirikan Serikat Dagang Islam (SDI), oleh KH Samanhudi dan RM Tirtoadisuryo di Solo. Tujuan utama pada awalnya adalah melindungi kepentingan pedagang pribumi dari ancaman pedagang Cina. Saat itu para pedagang Cina banyak menguasai perdagangan pasar, sehingga menggeser para pedagang lokal yang kurang pendidikan dan pengalaman.

Dalam Kongres di Surabaya tanggal 30 September 1912, Serikat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam. Perubahan nama dimaksudkan agar organisasi lebih terbuka anggota dan kegiatannya. Pada tahun 1913 Sarekat Islam dipimpin oleh Haji Umar Said Cokroaminoto. Sarekat Islam sangat menarik rakyat karena kegiatannya yang membela rakyat. Tahun 1915 jumlah anggota Partai Sarekat Islam sebanyak 800.000. Tahun 1923 Sarekat Islam berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) yang bersifat nonkooperatif terhadap Belanda. Tahun 1927 Partai Sarekat Islam menetapkan tujuan pergerakan untuk Indonesia merdeka berasaskan Islam.

Indische Partij 

Indische Partij adalah partai politik pertama di Indonesia. Gambar 2.16. menunjukkan para pendiri Indische Partij yang terkenal dengan sebutan tiga serangkai E.F.E. Douwes Dekker (Danudirjo Setiabudi), R.M. Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij dideklarasikan tanggal 25 Desember 1912. Tujuan Indische Partij sangat jelas, yakni mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan ras.

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
Para pendiri IP
Pada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda). Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah (Indonesia) disuruh merayakan kemerdekaan penjajah. Pemerintah Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Belanda.
Pada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda). Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah (Indonesia) disuruh merayakan kemerdekaan penjajah.Pemerintah Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Belanda.

Perhimpunan Indonesia (PI) 

Semula bernama Indische Vereeniging, didirikan oleh orang-orang Indonesia di Belanda tahun 1908. Pada tahun 1922 Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging dengan kegiatan utama politik. Tahun 1925 berubah menjadi Perhimpinan Indonesia (PI). Nama majalahnya Hindia Putra, berubah menjadi Indonesia Merdeka. 

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
Mohammad Hatta salah satu tokoh Perhimpunan Indonesia
Tujuan utamanya adalah Indonesia merdeka, memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat. Tokoh-tokoh Perhimpunan Indonesia adalah Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, Sartono, Gunawan Mangunkusumo, dan Nazir Datuk Pamuncak.

Partai Nasional Indonesia (PNI) 

Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, dipimpin Ir Sukarno. Tujuan Partai Nasional Indonesia adalah Indonesia Merdeka, dengan ideologi nasionalisme. Partai Nasional Indonesia mengadakan kegiatan konkret baik politik, sosial maupun ekonomi. Organisasi ini terbuka dan revolusioner, sehingga PNI cepat meraih anggota yang banyak. Pengaruh Sukarno sangat meresap dalam lapisan masyarakat. Keikutsertaan Hatta dalam kegiatan politik Sukarno semakin membuat Partai Nasional Indonesia sangat kuat. 

Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
Bung Karno salah satu tokoh Partai Nasional Indonesia, beliau pernah dipenjara dan diasingkan oleh Belanda ke Digul dan Sumatra
Kegiatan politik Partai Nasional Indonesia dianggap mengancam pemerintah Belanda, sehingga para tokoh Partai Nasional Indonesia ditangkap dan diadili tahun 1929. Sukarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata diadili Belanda. Dalam pembacaan pembelaannya Sukarno memberi judul Indonesia Menggugat. Sukarno dan kawan-kawan dihukum penjara. Tahun 1931 Partai Nasional Indonesia dibubarkan, kemudian Sartono membentuk Partindo. Selain itu Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan organisasi Pendidikan Nasional Indonesia. Para tokoh partai tersebut kemudian ditangkap Belanda dan diasingkan ke Digul, Papua.
Karena membela rakyat Indonesia, banyak tokoh dihukum dan dibuang pemerintah kolonial Belanda seperti Sukarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan sebagainya. Kaum Perjuangan tidak gentar dengan hukuman yang dijatuhkan tersebut. Keberanian mereka pantas ditiru oleh pemuda masa kini. Untuk membela kebenaran dan keadilan, kalian tidak perlu takut dengan berbagai hambatan dan tantangan.
Selain lima organisasi di atas, kamu dapat menemukan berbagai organisasi pada masa pergerakan nasional. Sebagai contoh pada tahun 1935 berdiri Parindra (Partai Indonesa Raya) dengan beberapa tokoh seperti M Husni Thamrin, R Sukardjo, R Panji Suroso, dan Mr Susanto.Gerindo (Gerakan Indonesia) didirikan di Jakarta pada bulan April 1937. Pemimpinnya adalah mantan pimpinan Partindo yang dibubarkan tahun 1937, seperti Amir Syarifuddin, Mr. M. Yamin, Mr. Sartono, dan Dr. A.K. Gani.

Golongan nasionalis mencoba menggunakan Volksraad sebagai media perjuangan nasional. Tujuannya memperkuat wakil-wakil bangsa Indonesia, tahun 1930 M. Husni Thamrin membentuk Fraksi Nasional. Pada tahun 1936, seorang anggota Volksraad, Sutarjo mengajukan petisi yang menuntut kemerdekaan Indonesia berangsur-angsur dalam 10 tahun. Petisi ini kemudian dikenal Petisi Sutarjo. Petisi tersebut ditolak Belanda dengan alasan bangsa Indonesia belum siap untuk merdeka.

Para pejuang pergerakan nasional kecewa dan harapan kepada Volksraad tidaklah besar. Pada tahun 1939 dibentuk federasi/gabungan dari beberapa organisasi politik yang disebut Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Semboyan GAPI yang terkenal adalah “Indonesia Berparlemen”.
Pada masa pergerakan nasional juga berkembang organisasi yang sangat berpengaruh yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI). Cikal bakal PKI adalah Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan H.J.F.M. Sneevelt (orang Belanda), tahun 1914 di Semarang. Partai Komunis Indonesia didirikan tanggal 23 Mei 1920, diketuai oleh Semaun. PKI melakukan pemberontakan pertama dengan menggunakan kekuatan senjata tahun 1926.Pemberontakan tahun 1926 kurang konsolidasi, sehingga justru menyebabkan tokoh-tokohnya ditangkap dan diasingkan keluar negeri. Pemberontakan ini juga merugikan pergerakan nasional lainnya. Akibat pemberontakan tersebut Belanda semakin menekan aktivitas pergerakan kebangsaan.

Para penggerak organisasi modern pada masa pergerakan nasional umumnya adalah para pemuda pelajar atau terdidik. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda merupakan tulang punggung pergerakan nasional. Kamu adalah bagian dari para pemuda pada masa sekarang. Gunakan hidupmu untuk membangun bangsa ini, salah satunya dengan aktif di berbagai organisasi. Aktif di organisasi pramuka, kerohanian remaja, dan karangtaruna merupakan contoh mengamalkan semangat berorganisasi para pemuda pada masa pergerakan nasional. 

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional"