Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IPA : Sistem Tata Surya

Tata Surya adalah kumpulan benda - benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang disebut matahari, dan semua objek yang terkait oleh gaya gravitasinya. Tata surya terletak di dalam satu galaksi yang, galaksi yang kita tempati adalah galaksi bimasakti. Galaksi bimasakti disebut juga Milky Way. Bumi merupakan salah satu dari delapan planet yang ada dalam tata surya. Matahari merupakan pusat tata surya. benda - benda langit lain seperti Bulan, Asteroid, dan Komet merupakan anggota tata surya.

Menurut Teori kabut, matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Sebagian massa dari kabut gas pada menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk gelang - gelang di sekeliling bagian utama kabut itu, gelang - gelang tersebut kemudian membentuk gumpalan. Gumpalah inilah yang disebut planet - planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang berpijar tetap terbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.

1. Matahari


Matahari merupakan sebuah bintang yang jaraknya paling dekat ke bumi. Jarak rata - rata bumi ke matahari adalah 150 juta km atau 1 Satuan Astronomi. Matahari berbentuk bola gas pijar yang tersusun atas gas hidrogen dan gas helium. Matahari mempunyai diameter 1,4 x 10^6 km, suhu permukaanya mencapai 6.000 K. Matahari merupakan sumber energi utama bagi planet bumi yang menyebabkan berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung. Energi yang dipancarkan oleh matahari ke bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik. Matahari tersusun atas tempat lapisan. Empat lapisan itu, berturut - turut dari yang paling dalam, yaitu lapisan inti, fotosfer, kromosfer, dan korona.

a. Inti Matahari 

Inti matahari merupakan bagian yang paling dalam dari matahari. Suhu di lapisan ini diperkirakan mencapai 16 juta derajat C. Oleh karena itu, di lapisan inilah reaksi dapat berlangsung. Energi hasil reaksi fusi dipancarkan ke luar secara radiasi. Energi yang dihasilkan dari reaksi fusi akan dirambatkan sampai pada lapisan yang paling luar, yang kemudian akan terealisasi ke angkasa luar.

b. Fotosfer

Fotosfer merupakan lapisan permukaan matahari yang tebalnya kurang lebih 350 om. Lapisan inilah yang memancarkan cahaya sangat kuat. Oleh karena itu, fotosfer juga disebut lapisan cahaya. Suhu di fotosfer diperkirakan rata - rata 6.000 derajat C. Pada suhu tersebut, suatu benda memancarkan cahaya berwarna kuning. Hal ini sesuai dengan cahaya matahari yang berwarna kekuning - kuningan. Fotosfer merupakan bagian matahari yang dapat kita lihat. Namun, janganlah kamu menatap matahari secara langsung, karena dapat menyebabkan kerusakan pada mata. 

c. Kromosfer

Kromosfer merupakan lapisan gas di atas fotosfer yang tebalnya sekitar 16.000 km. Oleh karena itu, kromosfer sering disebut lapisan atmosfer matahari. Krosmosfer terlihat berbentuk gelang merah yang mengelilingi bulan pada waktu terjadi gerhana matahari total. Di lapisan bawah (dekat fotosfer), suhu kromosfer diperkirakan sekitar 4.000 derajat C. Makin ke dalam, suhu kromosfer makin tinggi. Pada lapisan yang paling dalam, suhu kromosfer diperkirakan mencapai 10.000 derajat C. Kromosfer hanya dapat dilihat pada saat terjadi gerhana matahari total. Pada saat itu, kromosfer tampak seperti gelang atau cincin yang berwarna merah.

d. Korona

Korona merupakan lapisan matahari yang paling luar. Lapisan ini juga sering disebut lapisan atmosfer matahari bagian luar. Korona juga merupakan lapisan gas yang sangat tipis, karena merupakan lapisan gas tipis, bentuk korona selalu berubah - ubah. Gas tersebut sering tampak seperti mahkota putih cemerlang yang mengelilingi matahari. Oleh karena itu, lapisan gas tersebut disebut korona, artinya mahkota. Tebal korona diperkirakan mencapai 2,5 juta km. Adapun suhunya diperkirakan mencapai 1 juta derajat C. Korona tampak dengan mata telanjang ketika terjadi gerhana matahari total, karena pada saat itu hampir seluruh cahaya matahari tertutup oleh bulan. Bentuk korona, seperti mahkota dengan warna keabu - abuan.

2. Planet Dalam

Planet adalah benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri. Planet hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang. Planet dalam disebut juga dengan planet terestrial. Planet terestrial adalah planet yang letaknya dekat dengan matahari, berukuran kecil, memiliki sedikit satelit atau tidak sama sekali, berbatu, terestrial, sebagian besar terdiri atas mineral tahan api, seperti silikat yang membentuk kerak dan mantelnya, serta logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya. Planet dalam terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

3. Planet Luar

Planet luar disebut juga dengan planet Jovian. Planet Jovian adalah yang letaknya jauh dengan matahari berukuran besar, memiliki banyak satelit dan sebagian besar tersusun dari bahan ringan. Seperti hidrogen, helium, metana, dan amonia. Planet - planet dalam dan luar dipisahkan oleh sabuk asteroid. Planet luar terdiri atas jupiter, saturnus, dan neptunus.

4. Komet 


Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Istilah "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang artinya rambut panjang. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari.

a. Inti

Merupakan bahan yang sangat padat, diameternay mencapai beberapa kilometer, dan terbentuk dair penguapan bahan - bahan penyusun komet, yang kemudian berubah menjadi gas.

b. Koma

Merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di sekeliling inti

c. Lapisan hidrogen

Yaitu lapisan yang menyelubungi koma, tidak tampak oleh mata manusia. Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta kilometer. 

d. Ekor

Yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat didekat matahari. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari matahari

5. Meteorid

Meteorid adalah potongan batu atau puing puing logam (yang mengandung unsur besi dan logam) yang bergerak di luar angkasa. Meteorid mengelilingi matahari dengan orbit tertentu dan kecepatan yang bervariasi. Meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer bumi disebut meteor. Apabila Meteoroid tidak habis terbakar oleh atmosfer bumi dan jatuh ke bumi disebut meteroit.

6. Asteroid


Asteroid merupakan benda langit seperti planet, tetapi ukurannya kecil. Oleh karena itu Asteroid dinamakan juga planet minor atau planetoid. Asteroid mengisi ruangan yang berada di antara mars dan yupiter. Dalam tata surya diperkirakan terdapat 100.000 buah planetoid. Ceres merupakan asteroid yang terbesar dengan ukuran 750 km^2. Dalam sabuk asteroid, sekarang telah ditemukan lebih dari 50.000 benda kecil semacam Ceres. Seandainya tidak dekat denga nYupiter, sabuk asteroid mungkin telah menjadi planet. Gaya gravitasi dari yupiter yang sangat besar tak memungkinkan materi asteroid berubah menjadi planet
Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "IPA : Sistem Tata Surya"