Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peradaban Lembah Sungai Indus

Peradaban Lembah Sungai Indus - Sungai idus membentang di wilayah India. India merupakan sebuah semenanjung dari benua Asia. Semenanjung tersebut sering kali juga disebut “Anak Benua Asia”, karena memang seolah-olah mennyendiri terpisah dari wilayah Asia lainnya .Luas india selurunya 4.070.000 km²  atau sekitar 32 kali luas Pulau Jawa. Wilayah tersebu sekarang menjadi wilayah negara India, P akistan, dan Bangladesh.


a. Keadaan Alam
Disebelah utara India terbentang deretan Pegunungan Himalaya yang puncak tertingginya disebut Mount Everst (8865 m) merupakan gunung yang tertinggi di dunia. Di sebelah barat laut terdapat Pegunungan Hindukush. Kedua pegunungan tersebu merupakan pemisah yang nyata antara India dengan Benua Asia di bagian utara. Satu-satunya cara memasuki India dari utara adalah melalui sela-sela antar gunung yang disebut pass.

b. Peradaban Mahenjo-Daro dan Harappa
Sebelum bangsa Arya memasuki India Utara, ternyata di Lembah Sungai Indus atau Shindu berkembang peradaban kuno yang telah tinggi nilainya. Peradaban Lebah Sungai Indus ditemukan dua tempat, yaitu Mahenjo Daro, di daerah hilir lembah Sungai Indus dan di Harappa, di daerah hulu lembah Sungai Indus (daerah punjab). Sekarang daerah tersebut menjadi wilayah negara Pakistan.
  
Hasil penggalian arkeologi pada tahun 1924 yang dipimpin oleh John Marshall, memberikan petunjuk bahwa sekitar tahu 3000 SM, di Mahenjo Daro dan Harappa telah berkembang suatu kehidupan yang teratur dengan tata kota yang megah.


Beberapa penemuan yang merupakan hasil peradaban Sungai Indus antara lain sebagai berikut.

1. Tata Kota
Berdasarkan peninggalan-peninggalan yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa Mahenjo Daro dan Harappa merupakan dua kota yang dibangun berdasarkan perencanaan kota yang telah maju. Kedua kota ini didirikan dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, keindahan, dan pertahanan.

2. Banungan-Bangunan Kuno
Gedung-gedung, pertokoan dan rumah-rumah besar dibangun di tepi jalan raya dengan batu bata lumpur yang sudah bagus mutunya. Bahkan sudah ada bangunan rumah yang bertingkat tiga. Bangunan tersebut dilengkapi dengan pipa-pipa dari tanah liat yang dipakai untuk menyalurkan air dan kotoran dari tingkat atas dan bermuara di selokan di bawah tanah.

3. Sanitasi
Pendukung peradaban Mahenjo dan Harappa sudah memikirkan masalah-masalah sanitasi. Rumah rumah dibangun dengan memperhatikan syarat syarat kesehatan. Kamar kamar dilengkapi dengan jendela jendela yang lebar dan dihubungkan langsung dengan udara bebas sehingga sirkulasi udara bejalan dengan baik.

4. Artefak benda benda purbakala
Peradapan lembah sungai indus meninggalkan banyak benda purbakala berupa alat alat pertanian perkakas rumah tangga, perhiasan dan berbagainya.
a. Terracota (lempeng lempeng tanah liat) dan huruf Pictograph.
b. Gerabah atau tembikar
c. Alat-alat pertanian
d. Arca
e. perhiasan

5. Kehidupan Sosial dan Ekonomi
 Mata pencaharian masyarakat Indus adalah bercoocok tanam. Hal ini didukung oleh keadaan alam yang subur di sepanjang Lembah  Sungai Indus. Hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula, kedelaidan kapas.

6. Kepercayaan
Kepercyaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat polyteisme. Mereka juga memuja hewan seperti gajah dan badak. Mereka juga melakukan pemujaan terhadap pohon –pohon besar seperti beringin, dan benda benda sebagai azimat.

Demikian artikel mengenai Peradaban Lembah Sungai Indus. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!
Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Peradaban Lembah Sungai Indus"

close