Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI dan Proses Pembentukannya (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas 7)

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI dan Proses Pembentukannya ~ KamuBisa iO. Bentuk muka bumi kita yang tidak rata dikarenakan oleh adanya tenaga geologi sehingga dengan demikian tenaga geologi merupakan tenaga yang mempengaruhi bentuk muka bumi. Terdapat 2 macam tenaga geologi, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI dan Proses Pembentukannya

1. Tenaga Endogen
Tenaga Endogen adalah tenaga yang mernengaruhi bentuk dari muka bumi yang berasal dari dalam bumi itu sendiri. Sebagai contoh adalah vulkanisme dan tektonisme.

a. Vulkanisme
Pengertian vulkanisme adalah proses keluarnya magma dari perut bumi (dapur magma). Magma berupa batuan cair, liat, dan sangat panas. Peristiwa dari keluarnya magma disebabkan magma memiliki suhu dan tekanan yang tinggi. Peristiwa keluarnya magma dari dapur magma ada dua macam, yaitu intrusi magma dan ekstrusi magma. Pengertian intrusi magma adalah keluarnya magma dari dapur magma, tetapi sebelum sampai ke permukaan bumi, magma sudah membeku menjadi batuan.

Intrusi magma dapat dibedakan menjadi lima, yaitu sebagai berikut:
  • Batolit, yaitu magma membeku di sekitar dapur magma.
  • Lakolit, yaitu magma menyusup pacla lapisan batuan , dan membeku yang membentuk permukaan bumi menjadi cembung.
  • Sill, yaitu magma menyusup pada lapisan batuan dan membeku tipis pada lapisan batuan.
  • Gang/korok, yaitu magma menyusup dan membeku pada sela-sela lipatan atau pipa/ korok gunung api.
  • Diatrema, yaitu pembekuan magma di antara dapur rnagma dan kepundan gunung api sehingga berbentuk seperli silinder.
Ekstrusi magma adalah keluarnya magma sampai ke permukaan bumi. Ekstrusi magma akan menyebabkan terjadinya erupsi. Sering kali proses ini diidentikkan dengan letusan gunung api. Di beberapa daerah di lndonesia terjadinya ekstrusijuga tanpa diserlai ledakan gunung apl, misalnya keluarnya lurnpur di Bledug Kuwu, Lumpur Lapindo sidoarjo, dan sebagainya.

Ada dua macam erupsi magma, yaitu
  • erupsi efusif , yaitu keluarnya magma melalui lelehan;
  • erupsi eksplosif , yaitu keluarnya magma melalui ledakan.
Berdasarkan bentuk lubang keluarnya magma, erupsi dapat dibedakan menjadi 3 macam.
  • Erupsi linier, yaiiu erupsi melalui celah atau retakan memanjang sehingga membentuk deretan pegunungan.
  • Erupsi areal, yaitu erupsi yang membuat lubang besar di permukaan bumi, hal ini disebabkan letak magma berdekatan dengan permukaan bumi.
  • Erupsi sentral, yaitu erupsi yang terjadi jika magma yang keluar melalui lubang yang kecil.
1) Macam-macam bentuk gunung api

a) Gunung api perisai/ tameng: gunung api ini terjadi jika magma yamg keluar sangat encer, sehingga magma yang keluar dapat bergerak sangat jauh dari lubang pusat erupsi, akibatnya akan membentuk gunung api yang mempunyai lereng yang landai.

b) Gunung api maar: gunung api ini terjadi akibat erupsi eksplosif kemudian gunung api ini mati. Akibat dapur gunung api yang dangkal bentuk gunung api ini kecil, tetapi mempunyai lereng yang curam.

c) Gunung api strato: terjadi akibat peristiwa eksplosif (ledakan) kemudian diselingi lelehan akibatnya lereng gunung berlapis-lapis.

2) Tipe Gunung Api
Tipe gunung api dapat dilihat dari derajat kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman magma dan bahan material yang dikeluarkan.

3) Material yang dikeluarkan gunung api
a) Bahan padat (eflata)
Menurut asalnya eflata dibagi dua, yaitu eflata allogen adalah eflata yang berasal dari batu batuan sekitar kawah yang ikut terlempar dan eflata antigen adalah eflata yang berasal dari magma sendiri atau disebut juga piroklastika. Menurut ukurannya eflata dibedakan atas bom, lapili, pasir, dan debu.

b) Bahan cair :
  • Lava,yaitu magma yang keluar ke permukaan bumi.
  • Lahar, yaitu lava yang sudah bercampur dengan air. Ada dua macam lahar, yaitu lahar panas dan lahar dingin.
c) Bahan gas (ekshalasi)
Gas yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi adalah mofet, yaitu gas CO2 fumarol (uap air/
H2O), dan solfator ( H2S).

4) Peristiwa Post Vulkanisme (Paska vulkanisme)
Post vulkanisme adalah peristiwa setelah gunung api meletus atau gunung api yang sudah mati.

Adapun yang termasuk peristiwa post vulkanisme adalah
a) makdani adalah air panas yang mengandung mineral,
b) geiser adalah mata air panas yang memancar ke atas,
c) tedapatnya sumber gas fumarol. Setelah kita mengetahui tanda tanda gunung api akan meletus, maka ada beberapa cara untuk mengurangi bahaya letusan gunung api, yaitu
  • membuat saluran air pada kepundan gunung api.
  • mendirikan dan mengaktifkan pos-pos pengamatan gunung api,
  • mengevakuasi penduduk yang berada di sekitar gunung api, dan
  • memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar gunung api.
Selain gunung api membahayakan kehidupan manusia, gunung api juga bermanfaat bagi
kehidupan manusia, antara lain,
  • menyuburkan tanah, karena abu vulkanik mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman;
  • gunung api sebagai penangkap hujan;
  • penghasil barang-barang tambang yang dapat bermanfaat bagi penduduk;
  • sebagai tempat pariwisata.
b.Tektonisme
Tektonisme adalah perubahan atau gerakan lapisan bumi secara horizontal dan vertikal. Pada umumnya bentuk hasil tenaga tektonisme berupa patahan dan lipatan. Patahan merupakan bentuk gerakan secara vertikal (naik turun), misalnya gerakan pemukaan bumi naik atau turun. Peristiwa patahan terjadi pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung dalam waktu yang cepat sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Bagian permukaan bumi yang mengalami patahan ke bawah dinamakan graben atau slenk, sedangkan bagian permukaan bumi yang patah ke atas dinamakan horst. Lipatan terjadi karena permukaan bumi mengalami tekanan secara horizontal. sehingga permukaan bumi mengalami pelipatan. Lipatan merupakan gerakan pada lapisan kulit bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu yang lama, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi berkerutatau melipat. Kerutan atau lipatan kulit bumi iniyang nantinya akan menjadi pegunungan.


Bagian lipatan yang tinggi dinamakan antiklinaldan bagian yang rendah (lembah) dinamakan sinklinal. Daerah sinklinal yang luas dinamakan geosinklinal.

Ada beberapa jenis lipatan yaitu sebagai berikut


Ada dua macam gerak tektonisme sebagai berikut.
1) Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit bumi yang relatif lambat dan berlangsung dalam waktu lama serta meliputi daerah yang luas.

Ada dua macam gerak epirogenetik
  • Epirogenetik positif adalah gerakan turunnya daratan sehingga seolah-olah permukaan air laut naik. Peristiwa ini tampak jelas di pantai.
  • Epirogenetik negatif adalah gerakan naiknya daratan sehingga seolah-olah permukaan air laut turun.
2) Gerak orogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit bumi relatif cepat yang meliputi daerah luas. Gerakan ini menyebabkan tekanan horisontal dan vertikal pada kulit bumiyang menyebabkan peristiwa dislokasi atau berpindahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa ini bisa menyebabkan patahan atau lipatan.
Demikian artikel KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI dan Proses Pembentukannya (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas 7),  Semoga bermanfaat. utk melihat seluruh materi Ilmu Pengetahuan Sosial dpt dilihat di >> Materi Ilmu Pengetahuan Sosial
Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI dan Proses Pembentukannya (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas 7)"

close