Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam - macam Kebutuhan

Kalau kalian membuat daftar kebutuhan manusia, kalian tidak akan pernah selesai, biar sepuluh tahun sekalipun. Banyaknya kebutuhan manusia itu ibarat bintang di langit dan pasir dilaut. Walaupun demikian, beragam kebutuhan itu dapat kita klasifikasikan menurut tolak ukur tertentu.


a. Kebutuhan menurut intensitas kegunaan

Tolak ukur yang berlaku disini berhubungan dengan prioritas atau kadar penting tidaknya suatu kebutuhan.

1) Kebutuhan Primer

Kebutuhan Primer merupakan kebutuhan paling penting yang harus dipenuhi. Kebutuhan primer antara lain mencakup kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan. Primer berasal dari kata latin primus yang berarti "pertama". Berdasarkan makna etimologisnya kebutuhan primer berarti kebutuhan yang pertama kali dibutuhkan oleh manusia demi kelangsungan hidupnya. Agar tetap hidup, manusia harus makan setiap hari, berpakaian yang layak, dan juga harus mempunyai tempat tinggal untuk berlindung dari siraman hujan, sengatan matahari, dan hembusan udara dingin. Akan sulit bagi manusia melaksanakan jati dirinya sebelum kebutuhan primer tepenuhi. Itulah sebabnya kebutuhan primer ini disebut juga kebutuhan alamiah. Disebut demikian karena kebutuhan ini berkaitan erat dengan kodrat kita sebagai manusia.

2) Kebutuhan Sekunder

Manusia hidup tidak hanya dengan memenuhi kebutuhan primer. Sebagai mahluk berbudaya dan bermasyarakat, keberadaan manusia tidak lepas dari kebutuhan yang lebih luas, lebih banyak, dan lebih sempurna. Kebutuhan macam ini misalnya menyangkut kebutuhan akan peralatan rumah tangga, seperti tempat tidur, meja, kursi, radio, buku, alat tulis, alat - alat olahraga, dan perlengkapan masak - memasak. Kebutuhan seperti itu disebut kebutuhan sekunder. Kata sekunder berasal dari kata latin secundus yang berarti "kedua". Berdasarkan makna etimologisnya tampak bahwa kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan setelah kebutuhan primer. Artinya kebutuhan macam ini akan muncul setelah kebutuhan primer terpenuhi. Sebagai nomor dua bukan berarti kebutuhan sekunder tidak penting atau dapat diabaikan begitu saja. Pada gilirannya, seletah kebutuhan primer terpenuhi manusia akan memperhatikan kebutuhan sekunder demi ketentraman dan kenyamanan hidup atau dengan kata lain, demi kelangsungan jati dirinya juga.

3) Kebutuhan Tersier

Tersier berasal dari bahasa Latin tertius yang berarti "ketiga". Makna etimologisnya adalah bahwa kebutuhan ini timbul sesudah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan tersier ini antara lain tertuju pada barang - barang seperti mobil mewah, TV berwarna, piano, kapal persiar, atau barang mewah lainnya. Kebutuhan tersier tidak lagi berkaitan langsung dengan pelaksaan jati diri insani, seperti dua kebutuhan lainnya. Kebutuhan tersier ini terserah pada tujuan untuk mempertinggi status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat bukan karena kegunaan atau kepentingannya. Itulah sebabnya kebutuhan tersier ini lazim disebut juga sebagai kebutuhan mewah. Perlu kita ketahui batas antara kebutuhan sekunder dengan tersier untuk setiap orang berbeda - beda. Perbedaan ini ditentukan oleh kedudukan dan status ekonomis orang di tengah masyarakat. Adakalanya kebutuhan sekunder untuk satu golongan merupakan kebutuhan tersier untuk golongan lain, seperti kebutuhan akan TV hitam - putih di suatu desa terpencil. Sedangkan di kota - kota besarf TV hitam - putih tidak lagi di anggap barang mewah. Bahkan bagi golongan yang berpenghasilan tinggi TV berwarna sudah dianggap sebagai kebutuhan sekunder saja. 

 

b. Kebutuhan Menurut Sifat

Tolak ukur yang berbeda disini berhubungan dengan akibat atau pengaruh bagi kita secara jasmani dan rohani.

1) Kebutuhan Jasmani 

Melihat namanya kita dapat langsung tahu bahwa kebutuhan macam ini berhubungan dengan badan atau raga kita. Agar tetap hidup raga kita harus tetap terpeliharaa. Caranay antara lain dengan memberinya cukup makanan dan minuman. Selain itu raga kita pun membutuhkan pakaian agar kita dapat hidup layak di tengah masyarakat. Lalu kita ketahui sekarang ini di kota - kota sudah menjamur pusat - pusat kebugaran jasmani atau fitness center. Gejala ini juga menunjukkan upaya manusia memenuhi kebutuhan jasmani. Sampai disini dapat kita simpulkan bahwa kebutuhan jasmani merupakan segala sesuatu yang di perlukan manusia demi pemeliharaan raganya.

2) Kebutuhan Rohani

Terpenuhinya kebutuhan jasmani belum menjamin berlangsungnya kehidupan kita dengan baik. Sering kita saksikan orang - orang kaya mengalami stress atau terkekang. Selain makan dan minum manusia masih membutuhkan ketentraman, pemuasan dan perhatian. Kebutuhan seperti itu berhubungan dengan rohani atau batin kita. Kebutuhan macam ini tidak boleh disepelekan. Seandainya kalian diabaikan oleh ayah, ibu atau teman - teman, kalian merasa tidak enak bukan? Disini dapat kita simpulkan bahwa kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang bila terpenuhi akan memberikan kepuasan batin.

 

c. Kebutuhan Menurut Waktu 

Tolak ukur yang berlaku disini berhubungan dengan pemenuhannya, kapan kebutuhan tertentu dapat atau harus dipenuhi. Berdasarkan tolak ukur ini, kebutuhan dapat diklasifikasikan menjadi :

1) Kebutuhan Sekarang

Kebutuhan seperti ini menunjuk pada kebutuhan yang pemenuhannya harus sekarang juga atau tidak dapat ditunda. Penundaan akan memberi akibat fatal. Misalnya orang yang sedang sakit harus segera minum obat yang sesuai dengan penyakitnya, jika ditunda jiwa si sakit akan terancam.

2) Kebutuhan yang akan datang

Kebutuhan macam ini menunjukkan pada kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan di kemudian hari. Dengan demikian kebutuhan ini berhubungan dengan persediaan atau persiapan untuk waktu yang akan datang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya penyediaan perlengkapan bayi bagi ibu yang sedang mengandung, menabung dalam rangka penyediaan dana melanjutkan pendidikan tabungan hari tua bagi orang yang akan pensiun dan sebagainya. 

 

d. Kebutuhan Menurut Subjek yang Membutuhkan 

Tolak ukur yang berlaku disini berhubungan dengan jumlah orang yang membutuhkan, apakah hanya orang tertentu ataukah sekelompok orang berdasarkan tolak ukur tersebut, kebutuhan dapat diklasifikasikan menjadi :

1) Kebutuhan Individual 

Kebutuhan individual adalah kebutuhan yang mencakup hal - hal yang diperuntukkan bagi perseorangan (individu). Kebutuhan seperti ini berbeda untuk tiap - tiap orang. Misalnya kebutuhan seorang petani berbeda dengan kebutuhan seorang akuntan. Seorang petani membutuhkan cangkul, arit, bajak, dan pupuk, sedangkan seorang akuntan membutuhkan alat tulis, kalkulator, kertas, dan komputer.

2) Kebutuhan Kolektif

Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara bersama - sama. Misalnya jembatan, pasar, angkutan umum, rumah sakit, tempat rekreasi, telepon umum, jalan araya, dan lain - lain. Barang dan jasa kebutuhan kolektif ini disediakan untuk memudahkan masyarakat melaksanakan kegiatan ekonomoi, sosial, atau kegiatan sehari - hari lainya.

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Macam - macam Kebutuhan "