Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Bentuk Diskusi Kelas

Diskusi merupakan percakapan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok, di mana masing-masing anggota kelompok saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari jawaban dari suatu masalah.

Suatu diskusi yang diikuti semua siswa di suatu kelas disebut dengan diskusi kelas. Bentuk diskusi kelas bermacam-macam tergantung dari maksud dan tujuan yang hendak dicapai. Bentuk diskusi kelas yang biasa digunakan antara lain the social problem meeting, the opened meeting, dan the educational diagnosis meeting.

<a href="http://www.freepik.com">Designed by Freepik</a>

1. The Social Problem Meeting
Pada bentuk ini para siswa berdiskusi tentang masalah- masalah sosial di kelas atau di lingkungan sekolahnya, dengan harapan setiap siswa terpanggil untuk belajar dan bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contohnya diskusi mengenai pelanggaran terhadap tata tertib sekolah yang sering dilakukan oleh para siswa.

2. The Opened Meeting
Bentuk diskusi ini mengarahkan para siswa untuk berdiskusi mengenai apa saja yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Misalnya diskusi mengenai hobi,  kebiasaan, atau cita-cita.

3. The Educational Diagnosis Meeting
Diskusi bentuk ini ditandai dengan adanya para siswa yang berdiskusi mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran yang diterimanya, sehingga masing-masing memperoleh pemahaman yang lebih baik. Misalnya diskusi kelompok untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah atau diskusi kelompok untuk membahas materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru di sekolah.

Melalui diskusi peneliti atau penulis memaparkan hasil penelitiannya dan peserta diskusi akan memberikan masukan yang berupa saran dan kritik kepada penulis. Pemaparan ini dimaksudkan agar peserta diskusi mengetahui, memahami, serta bisa mengevaluasi hasil penelitian yang disajikan oleh penulis atau peneliti.

Beberapa manfaat yang dapat dicapai dari penyajian laporan penelitian melalui diskusi kelas adalah sebagai berikut.

  • Mengungkapkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh peserta diskusi.
  • Memperoleh umpan balik dari peserta diskusi mengenai sasaran laporan yang telah dicapai dan yang belum dicapai.
  • Memberikan kesempatan kepada para peserta diskusi untuk menyalurkan kemampuan masing-masing.
  • Membantu peserta diskusi untuk berpikir teoretis dan praktis lewat topik yang disajikan.
  • Membantu peserta diskusi menilai kemampuan penulis laporan atau peneliti.
  • Membantu peserta diskusi memahami dan merumuskan berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
  • Mengembangkan motivasi peserta diskusi untuk lebih mendalami dan memecahkan setiap masalah yang dibahas sebagai wujud kepeduliannya terhadap masyarakat.

Demikian artikel mengenai 3 Bentuk Diskusi Kelas. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!
Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "3 Bentuk Diskusi Kelas"

close