Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Taat Kepada Perintah Tuhan

Sikap hormat kepada orang tua merupakan salah satu tugas moral yang harus dilakukan oleh anak sepanjang hidupnya. Sejak masa Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, sikap ini ditekankan dalam Alkitab sebagai perintah yang harus dilakukan. Hubungan orang tua dan anak yang paling ideal dapat kita lihat pelajari dari kehidupan keluarga Tuhan Yesus (Luk. 2:41-52).

Sering terjadi dalam kehidupan saat ini sikap orang tua yang ketinggalan zaman dan tidak banyak tahu. Benarkah demikian? Biasanya orang tua melarang, menyuruh, serta menasihati sehingga banyak anak yang cenderung menjauhkan diri seolah-olah membuat tembok pemisah antara mereka. Anak merasa ingin bebas, serta ingin mempunyai pandangan sendiri, sehingga kurang senang pada otoritas atau kekuasaan orang tua yang mengatur. 

Taat Kepada Perintah Tuhan

Keinginan untuk bebas ini dapat menimbulkan kejengkelan dan salah paham apabila antara orang tua dan anak tidak memahami jalan pikiran masing-masing. Memang masa yang paling sulit seringkali adalah masa remaja. Di satu sisi, remaja mengalami perkembangan yang seringkali tidak bersesuaian dengan pendapat dan harapan orang tua serta lingkungan. Oleh karena itu, kamu perlu memahami perkembangan masa remaja sehingga kamu bisa menghindari konfik-konfik yang seharusnya tidak terjadi. Ada empat aspek yang perlu kamu pahami.

1. Perkembangan Kognitif 

 Pada usia ini kamu memasuki tahapan kematangan intelek. Kamu mampu berpikir jauh melebihi dunia nyata dan keyakinan sendiri, yaitu memasuki dunia ide-ide. Kamu bisa memecahkan masalah secara sistematis, tidak hanya meniru orang lain. Kamu bisa berpikir refektif, mengevaluasi pemikiran, melakukan imajinasi ideal, dan berpikir abstrak. 

2. Perkembangan Moral-Etika 

Pada usia ini, penekanannya adalah siapa yang memegang kekuasaan, mereka perlu dihormati. Kamu mulai senang menegakkan hukum dan disiplin, gemar memperhatikan kewajiban yang harus dilakukan dan memperhatikan tata kehidupan sosial serta kepentingan keamanan diri. Kamu menghormati orang yang memelihara aturan masyarakat. 

3. Perkembangan Ego 

Kamu berada dalam situasi di mana di satu sisi ingin memiliki identitas pribadi, namun di sisi lain ingin menyisihkan rasa kekaburan identitas. Kamu mulai belajar memberikan loyalitas terhadap suatu kelompok yang menjadi bagian identitas (kelompok teman, ideologi, kekristenan yang kamu anut). Adakalanya kamu juga mengevaluasi identitas yang dianggap kuno untuk dipikir ulang. Identitas meliputi tiga konsep diri, yaitu seksual, pekerjaan/panggilan, dan sosial. Kamu ingin tahu siapa diri kamu dan ke mana hidup diarahkan, menyenangi identitas diri yang unik. Kamu sering mengalami konfik identitas karena ada jarak antara siapa diri yang sebenarnya dan keinginan menjadi pribadi ideal. 

4. Perkembangan Iman 

 Pada usia ini, kamu membentuk sikap terhadap hidup melalui apa yang dipercayai oleh keluarga sendiri menuju pandangan di luar diri dan keluarga. Seringkali bagi remaja, Allah adalah pribadi yang paling berperan dalam hidupnya. Allah menjadi sahabat yang paling karib dan memahami kehidupan remaja. Kamu mempunyai komitmen dan loyalitas yang sangat dalam terhadap Allah sebagai tempat menimba seluruh kepercayaan. Bagi remaja seringkali juga Allah juga dipandang sebagai ‘Allah kelompok’ atau ‘Allah kolektif’.

Dengan pemahaman ini, orang tua memahami bahwa keinginan untuk bebas dan berdiri sendiri merupakan bagian dari pertumbuhan remaja. Seorang anak tidak akan bertumbuh menjadi dewasa selama ia masih bergantung pada pikiran orang tuanya. Tetapi di pihak lain, anak juga harus memaklumi bahwa pikirannya keluar dari kepala yang belum banyak pengalaman. 

Memang seorang remaja sudah mampu menganalisis suatu masalah secara logis, tetapi dengan tingkat kognitif yang belum matang, seorang anak belum mampu memperhitungkan dampak dan konsekuensinya. Oleh karenanya, pikiran seorang remaja perlu diimbangi dengan pikiran orang tua, karena orang tua sudah banyak mengecap ‘asam-manis’ kehidupan. Ketegangan antara remaja dengan orang tua juga dapat dihindari kalau hubungan antara keduanya bersifat terbuka. Orang tua sebetulnya ingin mengobrol dengan anak mereka yang remaja secara intim.

Salah satu dari Sepuluh Hukum Tuhan dalam kitab Keluaran 20:1-17 adalah “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” (Kel. 20:12). Hormat berarti: 

  1. bersikap santun dan patuh terhadap orang tua. Di dalam Hukum Taurat tertera perintah yang mengharuskan orang Israel untuk menjatuhkan sanksi berat, yaitu kematian kepada anak yang mengutuki orang tuanya, “Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri” (Im. 20:9); 
  2. bertanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tua. Tuhan Yesus menegur orang Yahudi yang menyelewengkan perintah Tuhan akan persembahan atas dasar ketidakrelaan memenuhi kebutuhan orang tua (Matius 15:3-6). Juga, sebelum Tuhan Yesus mati di kayu salib, Ia meminta Yohanes untuk memelihara Maria, ibu-Nya (Yoh. 19:26-27). Semua ini memperlihatkan bahwa Tuhan menginginkan anak untuk bertanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tua masing-masing; dan 
  3. menghargai dan mengakui kewibawaan orang tua, yaitu dengan mengakui bahwa orang tua ditugaskan oleh Tuhan untuk menjadi pendidik anak. Memahami aspirasi orang tua, melihat motivasi positif di belakang nasihat dan larangan mereka, memaklumi kelemahan mereka, dan mengakui keunggulan mereka. Singkatnya, menghargai usaha orang tua untuk menghantar anak ke gerbang kedewasaan sampai orang tua melepas anaknya untuk berjalan sendiri seutuhnya.
Sikap hormat dan pengertian kepada orang tua dengan landasan cinta kasih dari Kristus, akan membangun sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Bukan hanya sikap anak kepada orang tua, namun juga sikap anak terhadap saudaranya satu dengan yang lain. 

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Taat Kepada Perintah Tuhan"