Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis - Jenis Sistem Ekonomi

Masalah pelaksanaan produksi, konsumsi, dan distribusi berbeda untuk tiap - tiap negara. Ada negara yang menghendaki pelaksanaanya diserahkan pada masyarakat sendiri. Ada yang menghendaki pelaksanaanya harus di tangani pemerintah agar terdapat kelancaran, pemerataan, dan keadilan. Ada yang menghendaki pelaksanaanya dilakukan secara bersama oleh pemerintah dan masyarakat. Perbedaan pelaksanaan tersebut tergantung pada organisasi perekonomian negara yang bersangkutan. Dalam lingkungan pelajaran kita, organisasi perekonomian ini lazim dinamakan sistem ekonomi. Berikut ini kita akan meninjau tiga macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia dewasa ini.

1. Sistem Ekonomi Komando

Dalam sistem seperti ini, pengaturan dan pengendalian seluruh kegiatan ekonomi diselenggarakan oleh pemerintah dari pusat. Pemerintah menyusun perencanaan ekonomi, mengendalikan kebutuhan - kebutuhan masyarakat, serta mengatur pengguna benda pemuas kebutuhan, produksi, dan pendistribusiannya. Karena semua sektor ekonomi ditentukan oleh pemerintah dari pusat. maka sistem ini disebut sistem ekonomi komando atau sistem ekonomi terpusat. Ciri sistem ekonomi Komando :
  • Produksi, distribusi dan konsumsi seluruhnya diatur oleh pemerintah.
  • Barang - barang modal atau alat produksi adalah milik pemerintah.
  • Milik perseoragan tidak ada kecuali barang - barang yang sudah dibagikan.
  • Kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
Sistem ekonomi komando dilaksanakan dan diterapkan di negara - negara komunis seperti kuba, korea utara, vietnam, angola. Sistem ekonomi komando timbul sebagai reaksi terhadap paham liberalisme yang menghendaki kebebasan. Tampaklah disini, corak sistem ekonomi suatu negara berkaitan erat dengan sistem politiknya.

2. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal tumbuh bersamaan dengan kapitalisme. Kapitalisme adalah suatu paham yang mendasar dinamika gerak ekonomi pada lalu lintas modal sehingga persaingan bebas pun dihalalkan. Maka dari itulah sistem ekonomi liberal menghendaki kebebasan bagi setiap warga negara. Setiap individu memiliki kebebasan dalam berusaha dan memiliki benda, baik berupa modal maupun benda - benda konsumsi. Sitem ini tidak menghendaki campur tangan pemerintah di bidang ekonomi. Semua badan usaha di dalam sistem ekonomi liberal adalah milik swasta. Ciri sistem ekonomi liberal :
  • Setiap individu bebas memiliki barang dan alat -alat produksi 
  • Kegiatan ekonomi di semau sektor dilakukan oleh masyarakat (swasta)
  • Pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kegiatan - kegiatan ekonomi
  • Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi 
  • Setiap orang diberi kebebasan dalam hal pemakaian barang dan jasa
  • Kegiatan produksi dilaksanakan dengan tujuan mencari laba, bahkan semua kegiatan ekonomi di dorong oleh prinsip laba
  • Terdapat persaingan bebas antara perusahaan satu sama lain
Perlu dijelaskan disini, pengertian sistem ekonomi bebas yang murni dewasa ini sebetulnya sudah tidak ada lagi. Pemerintah setiap negara tetap campur tangan dalam kegiatan perekonomian. Di negara - negara kapitalis seperti inggirs, belanda, prancis, jerman dan amerika serikat, campr tangan pemerintah di bidang ekonomi tetap ada, meskipun tidak begitu banyak atau luas.

3. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan oleh negara - negara berkembang. Di dalam sistem ekonomi campuran (mixed economy system), sektor swasta dan pemerintah sama - sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta terdapat pula badan perencanaan negara (di negara kita namanya Bappenas) yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi, sesuai dengan sasaran atau tujuan yang telah di tetapkan. Sitem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi bebas dan sistem ekonomi terpusat. Pemecahan masalah dasar ekonomi (barang apa yang akan dihasilkan, bagaimana barang itu dihasilkan, dan untuk siapa barang itu dihasilkan) ditangani bersama - sama oleh pemerintah dan swasta. Penerapan sistem ekonomi campuran ini bervariasi di berbaga negara berkembang. Penerapannya dipengaruhi oleh potensi dan kondisi ekonomi masing - masing negara serta aspirasi masyarakat. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa campur tangan pemerintah di bidang ekonomi antara lain meliputi :
  1. Campur tangan langsung dalam penguasaan dan pemanfaatan alat - alat produksi yang terpenting
  2. Kebijakan negara di bidang ekonomi dalam rangka membimbing mendorong, mengawasi, serta memberikan bantuan kepada kegiatan - kegiatan sektor usaha swasta.

4. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem macam ini merupakan suatu sistem dimana setiap keluarga memproduksi sendiri barang - barang kebutuhannya. Demikian pula modal serta alat -alat produksi adalah milik keluarga itu sendiri. Dalam sistem seperti ini teknologi produksinya masih sangat sederhana, diatur menurut kebiasaan - kebiasaan dan adat - istiadat turun temurun. Selain itu, produktivitas juga rendah mengingat kegiatan ekonomi secara keseluruhan di tujukan untuk kebutuhan akan makan. Kegiatan perekonomian semata - mata berkisar di sektor agraris. Dinamika perekonomian dalam sistem ekonomi tradisional tidak banyak mengalami perubahan. Keadaan masyarakatnya sangat tradisional, statis, serta miskin. Ciri sistem ekonomi tradisional :
  • Rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi masih menjadi satu
  • Teknologi yang diterapkan masih sangat sederhana
  • Belum mengenal pembagian kerja
  • Hidup terutama dari sektor agraris
  • Pola hubungan masyarakatnya cenderung statis

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Jenis - Jenis Sistem Ekonomi"