Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rangkaian Elektronika Lampu Kedip

Umumnya lampu kedip konvensional untuk mobil memanfaatkan pemanasan dari arus yang ditarik oleh lampu – lampu indikator untuk memanaskan lempeng bimetal sehingga memuai, dan memutuskan kontak lampu tersebut; bila arus terputus, lempeng mendingin, berkerut, dan kontak akan kembali terjadi. Tapi lampu semacam ini banyak kekurangannya, misalnya laju kedipnya bervariasi bergantung besarnya arus beban ketika itu ( misalnya ketika kendaraan sedang dijalankan atau ketika keempat lampu indikator dihidupkan sebagai tanda bahaya). Tambahan lagi untuk memutuskan kontak diperlukan arus yang besar. Untuk mengganti lampu konvensional di atas dengan lampu kedip solid state, ada dua syarat yang mesti dipenuhi. Pertama laju kedip harus di antara 60 sampai 120 kali per menit, kedua harus ada bunyi peringatan bahwa lampu indikator sedang menyala. Selain itu rangkaian harus mampu terhubung hingga 84 W, ketika semua lampu berkedip seperti dalam modus tanda bahaya. Secara keseluruhan unit ini lebih murah bila dibandingkan unit termal yang konvensional.

Cara kerja rangkaian

Rangkaian yang diperlihatkan pada gambar adalah multivibrator astabil konvensional yang mengandalkan transistor – transistor TR1 dan TR2. Sementara itu TR3 dan TR4 membentuk tahapan kemudi daya untuk menangani arus puncak 7 A yang dibutuhkan ketika keempat lampu berkedip semuanya. Dalam prakteknya tingkat pengemudian sebesar itu dapat dipenuhi, asalkan penarikan panas tercapai, misalkan untuk kedua lampu tambahan pada mobil. Lampu akan menyala (on) kurang lebih selama 0,7 R2C2. Selama itu TR2 menarik arus melalui TR3 sehingga membuat TR4 menghantar. Dan lampu akan padam kurang lebih selama 0,7 R3C1. Untuk nilai komponen yang ditunjukkan di sini periode tersebut 0,39 detik dan 0,48 detik berturut – turut. Tentu saja nilainya bervariasi bergantung pada toleransi kapasitor elektrolitnya, dan laju kedip ini harus anda periksa sebelum unit dipasang. Waktu on dibuat sedikit lebih cepat daripada waktu off agar inersia termal lampu dapat berlangsung. R4, C3, dan C4 membentuk suatu filter untuk menyingkirkan spike tegangan pada jalur daya, fungsinya adalah untuk menghindarkan terjadinya pemicuan palsu pada astabil. Earpiece magnetik kopel balik ke DC oleh C5, dan setiap kali terjadi transisi keluaran, akan terdengar bunyi klik. 
Rangkain elektronika lampu kedip


Gambar dibawah ini menunjukkan susunan lampu indikator biasa untuk kendaraan sistem bumi negatif, yang dilengkapi dengan saklar rangkap on / off  untuk memberikan fasilitas lampu tanda bahaya. Sistem bumi diperlihatkan dalam daftar komponen, asalkan polaritas kapasitor dan dioda anda balikkan. 
Susunan konvensional lampu indicator

Konstruksi

Dalam gambar dibawah ditunjukkan tata letak papan strip matrik tembaga 0,15 inci (9 strip x 23 baris). Papan yang telah selesai dikerjakan dapat anda pasangkan di atas penyangga dalam kotak alumunium kecil. TR3 dan TR4 disekrupakan pada kotak tersebut untuk memungkinkan disipasi sebesar 20 W rata – rata, ketika TR4 sedang menangani arus puncaknya. Khusus bila unit akan digunakan dalam modus tanda bahaya, anda memerlukan keping pendingin komersial berupa lempengan atau sirip alumunium untuk menyerap panas yang lebih besar. Pendingin ini juga disekrupkan pada kotak. Transistor harus terisolasi dari sasis metal melalui isolasi mika, biasanya lebih cocok dari jenis plastik karena dapat disisipkan ke dalma kotak dengan mudah dan menghindarkan sentuhan dengan bagian aktif dari sistem elektrik kendaraan tersebut. Selanjutnya kotak dapat disekrupkan di atas permukaan metal yang cocok dekat unit lampu kedip dan dihubungkan secara elektrik dengan ground kendaraan tersebut. Tag solder di bawah sekerup kotak akan memberikan hubungan ground yang cocok unit rangkaian ini. Melalui konektor lucar blade 0,25 inci yang ditempatkan pada strip penghalang terisolasi pada bagian luar kotak, anda dapat menyiapkan hubungan yang cocok untuk kedua kawat unit lampu kedip ini. 
Tata letak rangkaian elektronika lampu kedip

Alternatif relay

Sebagai alternatif lain untuk transistor yang menangani kemudi arus final, dapat anda gunakan sebuah relay seperti pada gambar di bawah, denga TR3 mengoperasikan koil relay tersebut. Kontak relay harus dapat menangani arus sampai 10 A, koil harus dari jenis 6 – 12 V sehingga untuk bekerja hanya diperlukan arus kurang dari 500 mA. Keuntungan penggunaan relay ini adalah menghindarkan munculnya tegangan jatuh dalam rangkaian ini, sehingga tidak ada disipasi daya dalam komponen penyambungan final. Earpiece magnetik dan C5 tidak diperlukan lagi di sini, karena dengan relay dapat diperoleh bunyi klik yang cukup keras. Relay dapat ditempatkan dalam kotak unit. 
alternatif relay

Resistor (1/4 W, 5%, film karbon, kecuali dinyatakan lain)

R1  5,6 kilo ohm
R2 56 kilo ohm
R3 6,8 kilo ohm
R4 100 ohm
R5 220 ohm (1 W)
R6 470 ohm

Kapasitor

C1  100 mikro farad, 16 V, elektrolit
C2  10 mikro farad, 16 V, elektrolit
C3  0,1 mikro farad, cakram keramik
C4  47 mikro farad, 25 V, elektrolit
C5  10 mikro farad, 16 V , elektrolit

Semikonduktor

TR1, TR2   BC108 (bumi negatif)  BC 178 (bumi positif)
TR3            BD132 (bumi negatif) BD131 (bumi positif)
TR4            TIP3055 (bumi negatif)    TIP 2955 (bumi positif)
D1*           1N4002
Relay* 
Jenis IMO, 6 -12 V, resistansi koil lebih dari 25 ohm, kontak memiliki batas arus minimal 10 A
Earpiece magnetik, impedansi 200 ohm atau lebih
Konektor lucar blade
Kotak alumunium
Papan strip matrik tembaga 0,15 inci (9 strip x 23 lubang)
*Komponen yang digunakan berkenaan dengan relay: lihat teks dan gambar 

Pemilihan komponen 

Komponen yang kritis hanyalah C1 dan C2, yakni kapasitor – kapasitor elektrolit seperti telah dijelaskan dalam cara kerja rangkaian. Beberapa percobaan mungkin diperlukan menyertakan komponen ini agar dapat diperoleh laju kedip yang mantap serta perbandingan waktu on terhadap waktu off lampu tersebut. 








Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Rangkaian Elektronika Lampu Kedip"

close